PROBOLINGGO (Surau.ID) — Keterbatasan akses air bersih di empat kecamatan menjadi perhatian Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Probolinggo dalam pertemuan bersama jajaran Komando Distrik Militer (Kodim) 0820/Probolinggo, Jumat, (30/10/2026). Dalam pertemuan tersebut, PMII mendorong adanya langkah konkret untuk membantu masyarakat, termasuk melalui pembangunan sumur bor di wilayah yang membutuhkan.
Silaturahmi yang berlangsung di Kantor Kodim 0820/Probolinggo itu disambut langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 0820/Probolinggo, Ribut, bersama Wakil Komandan Kodim (Wadandim), Amin.
Ketua Umum PC PMII Probolinggo, Muhammad Andi Fauzan, mengatakan pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat komunikasi antara organisasi mahasiswa dan institusi TNI di tingkat daerah.
Menurut Fauzan, komunikasi antarlembaga diperlukan untuk membuka peluang kerja sama dalam merespons persoalan sosial yang dihadapi masyarakat. Ia menegaskan, PMII akan tetap menjalankan peran kritis dan independen dalam mengawal berbagai persoalan publik.
“Silaturahmi ini merupakan langkah awal untuk membangun komunikasi yang baik antara PC PMII Probolinggo dan Kodim 0820. Kami berharap hubungan ini tidak berhenti pada pertemuan formal, tapi dapat berkembang menjadi ruang kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Fauzan.
Dalam kesempatan yang sama, Fauzan menyoroti keterbatasan akses air bersih yang masih dikeluhkan warga di Kecamatan Tegalsiwalan, Tiris, Banyuanyar, dan Kuripan.
Ia menjelaskan, ketersediaan air bersih berkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Selain itu, keterbatasan sumber air juga dapat berdampak pada kegiatan pertanian yang menjadi salah satu sumber penghidupan warga.
“Berdasarkan aspirasi yang kami terima, masih banyak masyarakat di tingkat akar rumput yang mengeluhkan keterbatasan akses air bersih. Persoalan ini terutama menjadi perhatian kami di Kecamatan Tegalsiwalan, Tiris, Banyuanyar, dan Kuripan. Kami berharap ada langkah konkret untuk membantu masyarakat mengatasi persoalan tersebut,” jelasnya.
Sebagai salah satu upaya penanganan, PC PMII Probolinggo berharap Kodim 0820 dapat membantu mendorong program pengeboran sumur di wilayah yang mengalami keterbatasan air. Keberadaan sumur bor diharapkan dapat menunjang kebutuhan rumah tangga sekaligus membantu pemenuhan kebutuhan air untuk aktivitas pertanian.
“Kami berharap Kodim 0820 dapat membantu mendorong program pengeboran sumur di empat kecamatan tersebut. Kehadiran sumber air yang memadai tentu sangat dibutuhkan, bukan hanya untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat, tetapi juga untuk mendukung aktivitas pertanian dan keberlangsungan ekonomi warga,” lanjutnya.
Ia menambahkan, penanganan persoalan air bersih memerlukan koordinasi berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat setempat. Karena itu, aspirasi yang disampaikan kepada Kodim diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui komunikasi dengan pihak-pihak yang memiliki kewenangan.
Sementara itu, Dandim 0820/Probolinggo, Ribut, menyambut baik kunjungan pengurus PC PMII Probolinggo. Ia mengapresiasi inisiatif mahasiswa dalam membangun komunikasi serta membuka ruang dialog terkait persoalan yang berkembang di masyarakat.
“Kami menyambut baik kedatangan sahabat-sahabat PMII Probolinggo. Silaturahmi seperti ini menjadi langkah positif untuk membangun komunikasi yang terbuka dan saling memahami. Kami berharap hubungan baik ini terus terjalin, terutama dalam upaya memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” ungkap Ribut.
Ribut juga menekankan pentingnya menjaga hubungan harmonis antarelemen masyarakat untuk mendukung terciptanya situasi daerah yang aman dan kondusif.
Pertemuan PC PMII Probolinggo dan Kodim 0820/Probolinggo tersebut menjadi ruang penyampaian aspirasi mengenai keterbatasan air bersih di empat kecamatan. PC PMII berharap komunikasi antarlembaga dapat berlanjut melalui koordinasi dengan instansi terkait guna mendorong upaya penanganan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.