Jakarta (Surau.ID) – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya resmi meluncurkan tema Hari Lahir (Harlah) 1 Abad NU versi Masehi, yakni “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia.” Peluncuran tema tersebut ia sampaikan dalam acara Khatmil Quran dan Istigotsah Harlah ke-103 NU di Lobi Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Senin (5/1/2025).
dilansir NU Online, Gus Yahya menjelaskan bahwa tema tersebut telah disepakati dalam rapat gabungan PBNU yang digelar sebelumnya. “Ini tagline yang disepakati dalam rapat gabungan pada bulan Agustus 2025 yang lalu,” katanya saat memberikan sambutan.
Menurut Gus Yahya, tema Harlah 1 Abad NU versi Masehi merupakan kelanjutan dari visi besar NU dalam membangun peradaban. Tema ini juga berkesinambungan dengan peringatan Harlah 1 Abad NU versi Hijriah.
“Oleh sebab itu, PBNU memulai dengan tagaline Merawat Jagat Membangun Peradaban karena kita memahami bahwa jam’iyyah ini didirikan dengan visi untuk membangun peradaban. Itu berarti bukan hanya untuk bangsa Indonesia saja, bukan hanya untuk kaum mu’minin, tapi juga untuk seluruh umat manusia,” jelasnya.
Ia menambahkan, visi membangun peradaban tersebut bermuara pada cita-cita peradaban yang mulia. “Maka kita semua harus menghidupkan di dalam pikiran dan hati kita cita-cita peradaban yang mulia ini untuk seluruh umat manusia,” ujarnya.
Meski mengusung visi besar, Gus Yahya menekankan pentingnya persatuan internal NU sebagai kekuatan utama dalam perjuangan. Menurutnya, NU harus tampil sebagai satu tubuh yang solid agar mampu mengawal cita-cita tersebut. “Dan tidak ada pilihan menjadi barisan perjuangan yang kuat selain kita harus bersatu,” tegasnya.
Gus Yahya juga menerangkan bahwa berdasarkan hasil Muktamar ke-32 NU di Makassar, peringatan harlah NU semula hanya menggunakan penanggalan Hijriah. Namun, PBNU kemudian menggunakan penanggalan Masehi untuk memudahkan masyarakat internasional memahami momentum tersebut.
“Kita juga akan menyelenggarakan selamatan 100 tahun Nahdlatul Ulama menurut kalender masehi, insyaallah, nanti pada tanggal 31 Januari karena Nahdlatul Ulama didirikan pada tanggal 16 Rajab 1344 bertepatan dengan 31 Januari 1926,” katanya.
Lebih lanjut, Gus Yahya menyampaikan bahwa peringatan Harlah 1 Abad NU versi Masehi akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 31 Januari 2026. Ia berharap acara tersebut dapat berlangsung khidmat dan melibatkan banyak warga NU, meski tidak sebesar peringatan 1 Abad NU versi Hijriah di Sidoarjo.
“Kita insyallah akan selenggarakan selamatan juga mudah-mudahan bisa cukup besar walaupun tidak sebesar peringatan 1 Abad tahun 1444 di Sidoarjo yang dihadiri mungkin sampai 4 juta orang pada waktu itu. Insyallah kita akan selenggarakan selamatan di Gelora Bung Karno, Insyallah,” pungkasnya.