JAKARTA (Surau.ID) – Sejumlah organisasi lintas agama menggelar rapat di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Senin (04/05/2026). Mereka antara lain, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Persatuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).
Dilansir dari NU Online, Ketua PBNU Bidang Kesejahteraan Masyarakat Alissa Qatrunnada Wahid atau Ning Alissa Wahid menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput, khususnya warga Nahdlatul Ulama (NU), agar lebih produktif dan memiliki ketahanan jangka panjang.
“Kita ingin mempersiapkan warga NU di tingkat akar rumput supaya mereka punya daya tahan yang lebih baik, punya kapasitas ekonomi jadi lebih produktif secara ekonomi,” kata Ning Alissa, seperti dikutip NU Online.
Di sisi lain, inisiatif untuk memperkuat ketahanan sosial-ekonomi masyarakat itu juga spesifik dari aspek lingkungan.
“Kita saat ini sedang mengembangkan pertahanan sosial ekonomi masyarakat, terutama dari sisi lingkungan,” lanjut Ning Alissa.
Ning Alissa menjelaskan, salah satu fokus utama adalah mendorong kemandirian energi masyarakat agar tidak terlalu bergantung pada bahan bakar.
“Jadi, misalnya, soal energi supaya tidak terdampak oleh energi bahan bakar. Hal-hal seperti itu yang kita fokuskan,” tegas Ning Alissa.
Ning Alissa menuturkan, pihaknya ingin berkolaborasi dengan berbagai organisasi besar seperti Muhammadiyah, gereja Katolik, serta gereja Protestan, yang dinilai memiliki jaringan kuat di masyarakat.
“Jadi, dengan gereja Katolik, gereja Kristen protestan itu mereka yang paling besar. Kita juga ingin membangun kerja sama dengan Muhammadiyah, karena daya jangkau paling besar di Indonesia itu mereka,” ungkapnya. (*)