Kalimantan Utara (Surau.ID) — Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Kalimantan Utara menegaskan peran strategis perempuan sebagai aktor kunci pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU, Arifatul Choiri Fauzi, menilai keterlibatan perempuan sangat menentukan arah kebijakan dan keberlanjutan pembangunan bangsa.
Dilansir dari Nu Online, Arifatul menegaskan peran perempuan sejalan dengan Asta Cita poin keempat yang menekankan pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan, kesehatan, sains dan teknologi, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, generasi muda, dan penyandang disabilitas.
“Jumlah penduduk Indonesia yang didominasi oleh perempuan dan anak menjadikan perempuan sebagai faktor penting dalam memperkuat ketahanan keluarga, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar Arifatul dalam peringatan Harlah ke-80 Muslimat NU di Kalimantan Utara, Ahad (11/1/2026).
Ia menyebut kontribusi perempuan dalam pembangunan nasional tidak terlepas dari peran aktif organisasi perempuan, seperti Muslimat dan Fatayat NU, yang selama ini menjalankan berbagai program hingga tingkat akar rumput. Menurut Arifatul, organisasi perempuan tersebut berperan strategis dalam mendampingi masyarakat melalui program sosial, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi keluarga.
Lebih lanjut, Arifatul menjelaskan bahwa sinergi organisasi perempuan dengan para pemangku kebijakan dapat diwujudkan melalui dukungan terhadap sejumlah program strategis pemerintah. Program tersebut antara lain Cek Kesehatan Gratis (CKG), Makan Bergizi Gratis (MBG), serta keterlibatan perempuan dalam kepengurusan Koperasi Desa Merah Putih.
Dukungan terhadap peran strategis Muslimat NU juga datang dari Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Ingkong Ala. Ia menilai Muslimat NU telah memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan peran perempuan di berbagai sektor pembangunan daerah.
“Kontribusi Muslimat NU di Provinsi Kalimantan Utara telah meningkatkan peran perempuan dalam berbagai bidang pembangunan daerah. Tidak hanya di bidang keagamaan, tetapi juga berdampak nyata pada sektor sosial, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga,” ujar Ingkong Ala.
Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Muslimat NU Kota Tarakan, Siti Laela Al Hafidzoh, mengajak seluruh anggota Muslimat NU di Kalimantan Utara untuk terus meningkatkan kontribusi dan pengabdian melalui organisasi. Ia berharap Muslimat NU terus melahirkan perempuan-perempuan yang cerdas, berdaya, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.