PROBOLINGGO (Surau.ID) – Lembaga Sertifikasi Profesi Asisten Tenaga Kesehatan Indonesia (LSP Asnakes) resmi melakukan verifikasi kelayakan Tempat Ujian Kompetensi (TUK) di SMK Kesehatan Sunan Kalijaga, Banyuanyar Tengah, pada Minggu (22/2/2026) pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini juga dirangkai dengan sesi persamaan persepsi bagi siswa calon peserta Ujian Sertifikasi Kompetensi (USK).
Verifikasi ini bertujuan memastikan sarana, prasarana, dan peralatan laboratorium sekolah memenuhi Standar Kompetensi Kerja Nasional yang ditetapkan LSP Asnakes dan industri. Penilaian ini dinilai penting untuk menjaga mutu ujian dan keabsahan kompetensi siswa di masa mendatang.
Asesor LSP Asnakes, Rochmani Eka Mardiati, usai meninjau laboratorium dan ruang ujian, menyampaikan penilaian positif.
“Secara keseluruhan, kelengkapan alat medis dan sarana praktik di sini sudah memadai dan sesuai standar. Ada beberapa peralatan yang masih kurang, tapi itu tidak mengurangi kelayakan TUK,” jelas Bu Eka, sapaan akrabnya, saat meninjau fasilitas.
Dengan demikian, SMK Kesehatan Sunan Kalijaga dinyatakan layak menjadi Tempat Ujian Kompetensi bagi calon asisten tenaga kesehatan.
Selain inspeksi fisik, kegiatan dilanjutkan dengan sesi persamaan persepsi yang melibatkan langsung siswa. Pada sesi ini, para siswa berdiskusi aktif mengenai prosedur ujian, tata tertib, dan indikator penilaian. Tujuannya untuk mengurangi rasa gugup dan kebingungan teknis menjelang ujian praktik.
Kepala TUK SMK Kesehatan Sunan Kalijaga, Badrul Nurul Hisyam, memberikan apresiasi tinggi kepada tim panitia.
“Saya sangat berterima kasih kepada seluruh panitia. Berkat kerja keras, koordinasi yang solid, dan persiapan matang, verifikasi hari ini berjalan lancar tanpa kendala,” ungkap Badrul.
Sementara itu, Kepala SMK Kesehatan Sunan Kalijaga, Lisa Zumrotul Hasanah, menilai penetapan sekolah sebagai TUK yang layak merupakan pencapaian penting.
“Kami sangat mengapresiasi kepercayaan LSP Asnakes. Penetapan ini menjadi bukti komitmen kami menyediakan fasilitas pendidikan kesehatan yang berkualitas,” tutur Lisa.
Ke depan, sekolah dan asesor berharap pelaksanaan USK berjalan sukses. Selain menilai kompetensi teknis, kegiatan ini diharapkan mencetak lulusan asisten tenaga kesehatan yang profesional, beretika, dan siap berkontribusi di industri kesehatan secara luas.