BREBES (Surau.ID) – Ibadah puasa harus dimaknai lebih dari sekadar ritual spiritual. Di tengah situasi bencana dan dinamika sosial-politik yang berkembang, puasa menjadi ruang untuk memperkuat empati, solidaritas, dan komitmen kebangsaan.
Pesan itu disampaikan Nyai Shinta Nuriyah Wahid saat menghadiri sahur bersama ratusan warga di Pendopo Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (21/2/2026) dini hari.
Dalam tausiyahnya, ia menekankan bahwa bangsa Indonesia tengah menghadapi beragam ujian, mulai dari bencana alam hingga tantangan demokrasi. Karena itu, menurutnya, masyarakat perlu menjaga kepekaan sosial dan persaudaraan.
“Puasa mengajarkan kita arti kepekaan. Di tengah bencana dan dinamika demokrasi yang terasa goyah, kita harus menjaga nurani, persaudaraan, dan semangat kebangsaan,” ujarnya.
Kegiatan bertema Puasa Berbalut Bencana dan Goyangnya Demokrasi tersebut juga diisi dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, tausiyah kebangsaan, serta dialog interaktif mengenai peran masyarakat sipil dalam merawat demokrasi yang inklusif dan berkeadilan.
Nyai Shinta, yang selama ini dikenal aktif dalam gerakan kemanusiaan dan penguatan nilai keberagaman, mengajak seluruh elemen masyarakat memperkokoh toleransi dan gotong royong sebagai fondasi kehidupan berbangsa.
Turut hadir dalam kegiatan itu Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi perempuan, serta perwakilan pemuda.
Bupati yang akrab disapa Mitha tersebut menyampaikan apresiasi atas kehadiran Nyai Shinta di Kota Bawang. Ia menilai kegiatan sahur bersama menjadi ruang penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun daerah yang harmonis dan inklusif.
“Atas nama Pemerintah Daerah, kami berkomitmen menjaga kebersamaan dan memperkuat semangat gotong royong. Dengan persatuan dan kepedulian, kita dapat menghadapi berbagai tantangan dengan lebih baik,” katanya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada komunitas Gusdurian Brebes dan seluruh panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.