Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
07 Maret 2026 | 08:01 WIB
Daerah

Gus Fayyadl Bahas Kitab Mau‘idhotul Mukminin dalam Kajian Tasawuf Ramadan

IMG
KH Muhammad Al-Fayyadl dalam kajian Tasawuf Ranting NU Karanganyar, Paiton, Probolinggo (Surau.ID/Jalal).

 

PROBOLINGGO (Surau.ID) – Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Karanganyar menggelar Kajian Tasawuf Ramadhan sebagai upaya memperkuat pembinaan spiritual warga organisasi selama bulan suci. Kegiatan tersebut menghadirkan KH Muhammad Al Fayyadl, Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, dan dilaksanakan pada 9 serta 16 Ramadhan 1447 H ba’da shalat Tarawih di Auditorium Ranting NU Karanganyar.

Kajian ini membahas kitab Mau‘idhotul Mukminin, yang merupakan ringkasan dari kitab Mukhtasar Ihya’ ‘Ulumuddin karya ulama besar Imam Al-Ghazali. Sejumlah pengurus dan warga NU Karanganyar hadir mengikuti pengajian dengan antusias untuk memperdalam pemahaman tasawuf serta pembinaan akhlak.

Dalam pengajiannya, KH Muhammad Al Fayyadl atau Gus Fayyadl menekankan pentingnya taubat, terlebih pada bulan Ramadhan yang merupakan momentum istimewa bagi setiap hamba untuk kembali kepada Allah SWT.

Taubat, menurut beliau, tidak hanya sebatas ucapan di lisan, tetapi harus disertai dengan kesadaran hati untuk mengakui kesalahan yang telah lalu, menyesalinya, serta bertekad kuat untuk tidak mengulanginya di masa depan.

IMG

Ia juga mengingatkan bahwa Ramadhan merupakan waktu yang sangat tepat untuk membersihkan hati, memperbanyak istighfar, melakukan muhasabah diri, serta memperbaiki akhlak. Dengan demikian, seorang mukmin diharapkan mampu keluar dari bulan Ramadhan dengan pribadi yang lebih baik dan lebih dekat kepada Allah SWT.

Perkuat Ukhuwah dan Pembinaan Pengurus

Rois Syuriah Ranting NU Karanganyar, Ustadz Musthofa Syukur, menyampaikan bahwa kegiatan Kajian Tasawuf Ramadhan ini memiliki tujuan penting, yaitu merajut ukhuwah di antara para pengurus Nahdlatul Ulama sekaligus memperkuat keilmuan dan akhlak para pengurus dalam menjalankan amanah organisasi.

Menurutnya, pengurus Nahdlatul Ulama tidak hanya dituntut aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga perlu terus memperdalam ilmu agama serta menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui kajian tasawuf ini, kami berharap para pengurus NU dapat memperkuat ukhuwah, menambah kedalaman ilmu, serta membangun akhlak yang baik sehingga mampu menjadi teladan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana pembinaan spiritual bagi pengurus dan warga NU Karanganyar selama bulan Ramadhan, sekaligus menjaga keberlanjutan tradisi keilmuan tasawuf yang diwariskan para ulama di tengah masyarakat.

Penulis: Ach Jalaluddin Ar Rumi
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id