PROBOLINGGO (Surau.ID) – Pemerintah Kabupaten Probolinggo memprioritaskan perbaikan infrastruktur jalan dan pemulihan ekonomi dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 yang digelar di Auditorium Madakaripura, Kamis (02/04/2026).
Forum yang diinisiasi Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) ini menjadi langkah awal pemerintah daerah menyusun strategi pembangunan di tengah tekanan kemiskinan dan dampak bencana alam.
Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris, mengatakan kondisi daerah saat ini masih menghadapi tantangan berat. Ia menyebut angka kemiskinan di Probolinggo berada di posisi keempat tertinggi di Jawa Timur.
“Saat kita berusaha untuk tumbuh, kita justru dihantam bencana luar biasa. Dampaknya nyata; 28 jembatan hilang, tembok penahan tanah rusak, hingga ratusan rumah warga terdampak,” ujarnya.
Menurut dia, kerusakan infrastruktur, termasuk bendungan, turut mengancam sektor pertanian warga. Karena itu, perbaikan jalan dan jaringan irigasi menjadi prioritas utama untuk memulihkan aktivitas ekonomi sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat.
Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo, Oka Mahendra Jati Kusuma, menyatakan pihaknya telah menghimpun sekitar 831 usulan Pokok Pikiran (Pokir) dari masyarakat melalui kegiatan reses.
Ia menjelaskan, sebagian besar usulan—sekitar 60 hingga 70 persen—berkaitan dengan perbaikan jalan dan irigasi. Selain itu, isu pengelolaan sampah di tingkat kecamatan serta program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) juga menjadi perhatian.
Musrenbang ini diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah, akademisi, pelaku usaha, hingga kelompok masyarakat dan organisasi sosial.
Kepala Bapelitbangda Kabupaten Probolinggo, Juwono Prasetijo Utomo, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam proses perencanaan pembangunan.
“Kita ingin menciptakan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Tujuannya agar dokumen RKPD 2027 benar-benar menghasilkan kebijakan yang berdampak nyata bagi kesejahteraan warga,” tuturnya.
Kegiatan ditutup dengan penandatanganan berita acara kesepakatan oleh para pemangku kepentingan, termasuk perwakilan daerah, perguruan tinggi, dan organisasi profesi sebagai bentuk komitmen bersama membangun Probolinggo.