SUMENEP (Surau.ID) – Usai libur Idulfitri 1447 Hijriah, ratusan santri asal Pulau Raas kembali ke Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, untuk melanjutkan pendidikan, Kamis (2/4/2026).
Kepulangan santri tersebut difasilitasi melalui program “Balik Berjamaah” yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Santri (FKS) Raas bersama Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ) wilayah Raas dan Jangkar. Kegiatan ini juga bekerja sama dengan KUPP Sapudi, Dinas Perhubungan Kabupaten Sumenep, serta Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur.
Sebanyak sekitar 70 santri turut dalam rombongan, didampingi orang tua yang mengantar melalui jalur penyeberangan laut di Kecamatan Raas.
Ketua Umum FKS Raas, M. Yusuf Aditya, mengatakan bahwa program Balik Berjamaah bertujuan untuk memfasilitasi santri agar dapat kembali ke pesantren dengan aman dan tepat waktu.
“Program ini kami hadirkan untuk membantu santri, khususnya dari Pulau Raas, agar tidak mengalami kendala transportasi dan keterlambatan saat kembali ke pesantren,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keberangkatan secara kolektif juga bertujuan menghindari kepadatan penumpang di kapal. Menurutnya, jika santri berangkat secara individu, berpotensi tidak mendapatkan fasilitas transportasi yang memadai.

“Dengan Balik Berjamaah, santri tidak perlu berdesakan. Ini juga sangat membantu wali santri maupun pesantren sebagai bentuk pengabdian kami,” imbuhnya.
Sementara itu, salah satu santri peserta, Waldan Sani H., mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya meringankan beban orang tua, tetapi juga melatih kemandirian santri.
“Lebih praktis dan tidak merepotkan orang tua. Kami juga bisa belajar mandiri saat ikut rombongan,” tuturnya.
Program Balik Berjamaah ini diharapkan dapat terus dilaksanakan sebagai solusi transportasi bagi santri dari wilayah kepulauan, sekaligus memperkuat solidaritas dan kebersamaan dalam menempuh pendidikan di pesantren.