JAKARTA (Surau.ID) – Nilai tukar rupiah menguat tipis pada perdagangan Rabu (16/04/2025/), naik 4 poin atau 0,02 persen ke level Rp17.123 per dolar AS, dari penutupan sebelumnya di posisi Rp17.127 per dolar AS.
Penguatan ini didorong oleh harapan pasar terhadap kelanjutan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran, yang berpotensi menekan harga minyak dunia sekaligus melemahkan indeks dolar.
Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, memperkirakan rupiah masih memiliki ruang untuk menguat.
“Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan menguat di kisaran Rp17.070–Rp17.120 dipengaruhi oleh harapan ruang negosiasi kedua antara AS dan Iran yang mendorong harga minyak turun dan indeks dolar melemah,” katanya kepada ANTARA di Jakarta, Rabu (16/04/2025/).
Laporan Sputnik menyebut Wakil Presiden AS JD Vance kemungkinan akan kembali memimpin delegasi Washington dalam putaran kedua perundingan dengan Teheran. Presiden Donald Trump menyatakan negosiasi lanjutan itu bisa berlangsung dalam dua hari ke depan di Pakistan.
Sebelumnya, perundingan putaran pertama digelar di Islamabad selama akhir pekan lalu. Pertemuan itu bertujuan mengakhiri secara permanen konflik AS-Israel terhadap Iran yang dimulai sejak 28 Februari, namun belum menghasilkan kesepakatan. Upaya menjadwalkan putaran berikutnya masih terus berlangsung.
Rully mengingatkan bahwa negosiasi lanjutan belum menjamin tercapainya titik temu.
“Negosiasi kedua belum tentu menjamin titik kesepakatan, namun harapan harga minyak turun masih akan tetap terjaga,” ujarnya.
Dari sisi domestik, hasil lelang obligasi pemerintah turut menopang sentimen positif pasar. Rully mengungkapkan permintaan dalam lelang kemarin naik 34 persen, terutama dari tenor menengah yang mencapai Rp42 triliun, sehingga mendorong yield turun 20 hingga 30 basis points. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa beban pembayaran bunga utang terhadap APBN masih berada di level yang tinggi.