KRAKSAAN (Surau.ID) — Institut Badri Mashduqi (IBAMA) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Probolinggo melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) untuk menghadirkan Program Pojok Statistik. Penandatanganan berlangsung di Kantor Bupati Probolinggo, Senin (20/04/2026).
Kerja sama ini bertujuan memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam pengembangan data statistik yang akurat serta peningkatan literasi data di lingkungan akademik.
Kegiatan tersebut dihadiri pimpinan perguruan tinggi se-Kabupaten Probolinggo dan menjadi langkah awal integrasi layanan data statistik dalam kegiatan akademik.
Program Pojok Statistik dirancang sebagai pusat edukasi, konsultasi, dan rujukan data resmi BPS bagi civitas akademika.
Melalui program ini, mahasiswa dan dosen IBAMA akan memperoleh akses lebih luas terhadap data statistik untuk mendukung penelitian, penulisan karya ilmiah, serta pengabdian kepada masyarakat.
Rektor IBAMA, Gus Ahmad Tijani, menyebut kerja sama ini sebagai peluang strategis untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam memahami dan mengolah data secara ilmiah.
“Program Pojok Statistik akan menjadi ruang belajar baru bagi mahasiswa. Tidak hanya mengenal angka dan data, tetapi juga memahami bagaimana data dapat digunakan untuk memecahkan persoalan sosial, ekonomi, dan pembangunan,” ujarnya.
Ia menambahkan, penggunaan data resmi dari BPS akan meningkatkan kualitas riset kampus agar lebih akurat, relevan, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Pihak IBAMA menyambut kerja sama ini sebagai langkah memperkuat budaya akademik berbasis riset dan evidence-based policy di tengah perkembangan teknologi dan persaingan global.
Sementara itu, perwakilan BPS Kabupaten Probolinggo menegaskan pentingnya kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam meningkatkan literasi statistik di kalangan generasi muda.
Kampus dinilai menjadi mitra strategis dalam menyebarluaskan pemahaman tentang pentingnya data dalam pembangunan daerah.
Melalui kolaborasi ini, IBAMA menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang adaptif, terbuka terhadap kerja sama lintas sektor, serta fokus membangun ekosistem akademik berbasis data.
Ke depan, Pojok Statistik diharapkan menjadi pusat pembelajaran produktif sekaligus mendorong lahirnya generasi intelektual yang kritis dan analitis.