Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
06 Mei 2026 | 21:39 WIB
Nasional

Jurus Purbaya Perkuat Nilai Tukar Rupiah

IMG
Ilustrasi Purbaya Yudhi Sadewa.

 

JAKARTA (Surau.ID) – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana mengaktifkan kembali dana stabilisasi obligasi atau bond stabilization fund untuk membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah volatilitas pasar keuangan.

Skema tersebut disiapkan melalui pembelian kembali Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder ketika terjadi tekanan akibat pelepasan aset oleh investor asing. Langkah ini disebut sebagai upaya memperkuat stabilitas sektor keuangan nasional.

“Di pemerintah saya punya bond stabilization fund sendiri yang ada beberapa pihak, tetapi kita juga bisa mencukupi dengan saya sendiri untuk sementara. Jadi cukup,” kata Purbaya di Jakarta, dikutip dari detikFinance, Rabu (06/05/2026).

Dana stabilisasi obligasi merupakan instrumen yang digunakan untuk meredam gejolak pasar obligasi saat terjadi pelarian modal asing atau volatilitas tinggi. Mekanisme ini umumnya dilakukan lewat aksi buyback SBN agar tekanan terhadap pasar dan rupiah dapat dikendalikan.

Purbaya menegaskan skema yang akan diaktifkan bukan bagian dari bond stabilization framework (BSF) milik Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Menurut dia, dana tersebut sebenarnya sudah lama ada di bawah Kementerian Keuangan, tetapi tidak pernah dijalankan secara aktif.

Dana Lama yang “Dihidupkan Lagi”

Ia menyebut langkah tersebut bukan kebijakan baru, melainkan menghidupkan kembali instrumen yang sebelumnya tidak digunakan.

“Bukan hal yang baru, tetapi nggak pernah dijalani. Artinya ada, tetapi mati. Sebetulnya sudah ada, tetapi mati, saya mau hidupin saja,” ujarnya.

Purbaya juga membantah aktivasi dana itu menjadi sinyal bahwa kondisi ekonomi sedang krisis. Ia menilai langkah tersebut lebih sebagai antisipasi untuk menjaga stabilitas pasar keuangan dan rupiah.

“Ini punya saya sendiri, bukan framework. Bond Stabilization Fund punya Kementerian Keuangan, ada katanya. Ya saya hidupkan saja,” ucap dia.

Menurut Purbaya, dana yang dihimpun nantinya akan digunakan untuk membeli SBN yang dilepas investor asing di pasar. Namun, pemerintah belum mengungkapkan besaran dana maupun target pembelian obligasi yang akan dilakukan.

Langkah ini muncul di tengah perhatian pasar terhadap pergerakan rupiah dan arus modal asing. Pemerintah berharap instrumen tersebut dapat memperkuat kepercayaan pasar sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.

“Saya akan coba bantu rupiah dengan cara saya sendiri,” kata Purbaya.

Penulis: Adi Purnomo Suharno
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id