JAKARTA (Surau.ID) – NU Online resmi meluncurkan platform kecerdasan buatan bernama ‘Kang Santri AI’ pada Rabu, 17 Juni 2026, di Gedung PBNU, Jakarta, sebagai solusi digital berbasis literatur pesantren.
Peluncuran ini diselenggarakan bersamaan dengan talkshow inovasi bertajuk ‘Santri Berkarya, Berjejaring, dan Berdaya dalam Ekosistem Digital Indonesia’. Platform ini menjadi bukti nyata kemampuan santri dalam mengintegrasikan teknologi modern dengan khazanah keilmuan Islam.
Kehadiran Kang Santri AI diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi warga Nahdliyin sekaligus pemicu lahirnya gagasan inovatif di bidang teknologi. Platform ini dipersiapkan untuk memperkuat ekosistem digital Nahdlatul Ulama menjelang Nahdlatul Ulama Innovation Summit (NIAS) pada Juli mendatang.
Adaptasi Santri di Era Digital
Lakpesdam PBNU menyambut positif inovasi ini sebagai langkah strategis santri dalam menjawab tantangan zaman. Inisiatif tersebut menunjukkan bahwa nilai-nilai pesantren dapat terus relevan di tengah pesatnya perkembangan teknologi global yang kian dinamis.
Saat ini, platform tersebut masih dalam tahap pengembangan berkelanjutan. Pengembang membuka diri terhadap berbagai masukan dan evaluasi dari masyarakat agar kualitas layanan kecerdasan buatan ini dapat semakin sempurna dan memberikan manfaat luas bagi umat.
Tren Penerimaan Teknologi AI
Data survei menunjukkan peningkatan signifikan pengguna internet yang antusias terhadap teknologi AI, yakni mencapai 40 persen pada tahun 2025. Tren positif ini memberikan peluang besar bagi pengembangan aplikasi lokal yang berbasis kebutuhan masyarakat.
“PBNU merasa sangat senang dan istimewa karena ada santri yang mengembangkan satu platform yang sangat berguna bagi kita,” ujar Ufi Ulfiah, Sekretaris Lakpesdam PBNU, dalam sambutannya pada acara peluncuran.
Dengan semangat inklusif, inovasi ini diharapkan mampu memberikan akses informasi keislaman yang lebih mudah, akurat, dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia.