PROBOLINGGO (Surau.ID) — Federasi Sepak Bola Aljazair (FAF) melayangkan protes resmi kepada FIFA terkait kepemimpinan wasit dalam laga pembuka Grup J Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Argentina dan Aljazair di Kansas City, Amerika Serikat.
FAF menilai sejumlah keputusan wasit merugikan timnya, terutama karena tidak adanya kartu merah terhadap beberapa insiden yang melibatkan pemain Argentina, termasuk Lionel Messi dan Alexis Mac Allister. Dalam laga tersebut, Argentina menang telak 3-0.
Federasi Sepak Bola Aljazair mengajukan laporan resmi ke FIFA dan menyoroti kinerja wasit asal Polandia, Szymon Marciniak, yang dianggap mengabaikan pelanggaran serius di lapangan.
Dalam berkas laporan, FAF merinci dua insiden utama yang mereka anggap seharusnya berujung kartu merah:
Kritik pelatih Aljazair: Kontroversi wasit dan sorotan Messi
Pelatih Timnas Aljazair, Vladimir Petkovic, ikut melontarkan kritik terhadap kepemimpinan wasit yang dinilai tidak memberikan perlindungan maksimal kepada pemainnya di lapangan.
“Sia-sia saja mengomentari situasi hipotetis, tetapi semua orang melihat insiden itu, termasuk saya,” ujar Petkovic dengan nada menyindir, seperti dilansir New York Times.
Di tengah polemik tersebut, Lionel Messi justru menjalani malam bersejarah. Ia mencetak hattrick pada laga itu sekaligus menandai penampilannya yang ke-200 bersama Timnas Argentina.
Messi juga menyamai rekor legenda Jerman, Miroslav Klose, sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan koleksi 16 gol.
Kontroversi keputusan wasit tersebut terjadi beriringan dengan performa dominan Argentina yang membuat Aljazair harus menelan kekalahan 0-3 di laga pembuka Grup J.
Terlepas dari protes yang diajukan FAF ke FIFA, Argentina tetap melanjutkan perjalanan mereka di Piala Dunia 2026. Tim asuhan Lionel Scaloni kini bersiap menghadapi Austria dan Yordania untuk mengamankan tiket ke babak selanjutnya sekaligus menjaga peluang mempertahankan gelar juara dunia.