BONDOWOSO (Surau.ID) – Kabupaten Bondowoso terus berupaya mengoptimalkan potensi kekayaan sejarahnya yang melimpah. Dengan catatan lebih dari 1.423 benda cagar budaya megalitikum yang tersebar di 23 kecamatan, pemerintah daerah kini menggenjot promosi melalui gelaran “Jejak Purba Bondowoso” yang berlangsung di Museum Terbuka Megalitikum, Desa Pekauman, Grujugan.
Kepala Disparbudpora Bondowoso, Gede Budiawan, mengakui bahwa meskipun memiliki potensi yang luar biasa, memperkenalkan warisan ini secara luas kepada publik masih menjadi tantangan yang terus dibenahi.
Strategi Edukasi Berkelanjutan
Untuk memperkuat fungsi edukasi, Pemerintah Kabupaten Bondowoso menerapkan kebijakan akses masuk gratis bagi pelajar ke Museum Terbuka Megalitikum. Langkah ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga dan kecintaan generasi muda terhadap sejarah lokal sejak dini.
Selain itu, Disparbudpora juga membangun kolaborasi lintas sektoral dengan Dinas Pendidikan agar kurikulum berbasis sejarah daerah dapat menjangkau lebih banyak sekolah.
“Kami berharap betul promosi megalitikum ini bisa berkelanjutan,” tegas Gede Budiawan, Sabtu (20/6/2026).
Kolaborasi dalam Pelestarian Budaya
Dalam upaya pelestarian yang lebih komprehensif, Disparbudpora Bondowoso bersinergi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Trowulan serta Disparbud Provinsi Jawa Timur.
Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bondowoso, Nunung Setianingsih, menekankan bahwa situs megalitik dan tradisi lokal bukan sekadar artefak masa lalu, melainkan fondasi penting bagi jati diri dan masa depan daerah. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam menjaga warisan ini.
“Pelestarian budaya tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, tetapi memerlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, komunitas, dunia pendidikan, pelaku usaha, media, dan masyarakat,” ungkap Nunung.
Melalui sinergi yang terbangun, diharapkan Bondowoso tidak hanya sukses dalam menjaga marwah peninggalan leluhurnya, tetapi juga mampu mengembangkannya menjadi destinasi wisata budaya yang edukatif, berdaya saing, dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat lokal.