Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
19 Juni 2026 | 19:50 WIB
Daerah

Festival Jejak Purba Dorong Megalit Bondowoso Lebih Dikenal Publik

IMG
Suasana kegiatan festival jejak purba (Foto: Surau.ID/Ist).

 

BONDOWOSO, (Surau.ID) – Kekayaan peninggalan megalitik yang dimiliki Kabupaten Bondowoso kembali diperkenalkan kepada masyarakat melalui Festival Jejak Purba Bondowoso yang digelar di Museum Terbuka Megalitik Bondowoso, Jumat (19/6/2026).

Kegiatan yang diisi Parade Budaya dan Penampilan Seni Budaya itu menjadi salah satu upaya memperkuat promosi warisan budaya sekaligus meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap sejarah daerah.

Festival tersebut menghadirkan berbagai pertunjukan kesenian khas Bondowoso selama dua hari. Selain itu, peserta juga diajak mengikuti kunjungan ke sejumlah situs megalitik di sekitar kawasan museum serta seminar yang melibatkan pelajar tingkat SMA dan SMK.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Bondowoso, I Gede Budiawan, S.Sos., M.Si., mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai warisan megalitik yang dimiliki Bondowoso.

“Ini lebih kepada mengedukasi sebenarnya acara ini. Makanya di dalam acara ini kita menampilkan kesenian lokal Bondowoso selama dua hari terus ada juga seperti trip untuk mengenalkan Megalit di sekitar museum terbuka ini, terus juga ada seminarnya juga, artinya kita melibatkan adik-adik di tingkat SMA, SMK untuk hadir, berdiskusi bagaimana perkembangan Megalit di Bondowoso ini,” ujarnya.

Menurut Gede, festival tersebut juga menjadi sarana untuk menunjukkan bahwa Bondowoso memiliki kekayaan megalitik yang sangat besar. Tidak hanya fokus pada pelestarian, pemerintah saat ini juga terus menggali berbagai potensi pemanfaatan megalit agar dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Jadi ini memang media kita untuk mempromosikan bagaimana Megalit ini. Kalau dari unsur keterpeliharaan kita sudah sampai dengan tahap itu memang. Tapi bagaimana kita memanfaatkan itu sedang coba kita gali lagi potensi-potensinya, bagaimana misalnya manfaat untuk masyarakat di sekitar,” katanya.

Berdasarkan data yang dimiliki pemerintah daerah, saat ini terdapat 1.423 benda cagar budaya megalitik yang telah terdata. Jumlah tersebut menjadikan Bondowoso sebagai daerah dengan salah satu koleksi peninggalan megalitik terbesar di Jawa Timur.

IMG

“Kalau memang itu dikatakan terbanyak ya bisa dikatakan paling banyak di kita, itu yang terdata di kami,” ungkapnya.

Keberadaan situs-situs tersebut, lanjut Gede, tidak lepas dari peran para juru pelihara yang berasal dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Trowulan, Dinas Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, dan Pemerintah Kabupaten Bondowoso yang selama ini menjadi ujung tombak dalam menjaga kelestarian warisan budaya.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan besar yang harus dihadapi. Salah satunya adalah menjadikan megalit sebagai ikon Bondowoso yang lebih dikenal masyarakat luas sebagaimana potensi besar yang dimilikinya.

“Itu memang tantangan kita, PR kita sebenarnya. Makanya kita giat untuk mempromosikan ini. Tahun kemarin kita juga sudah buat Festival Megalit, tahun ini kita coba buat ini. Artinya kami berharap betul bahwa Megalit ini berkelanjutan untuk promosinya,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen edukasi, Museum Terbuka Megalitik hingga kini masih dapat dikunjungi secara gratis. Pemerintah juga menggandeng Dinas Pendidikan, Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, dan Kementerian Agama untuk mendorong pemanfaatan museum sebagai sarana pembelajaran sejarah dan budaya bagi peserta didik.

Gede menjelaskan bahwa konsep museum terbuka menjadi keunggulan tersendiri karena koleksi megalitik tidak hanya berada di dalam area museum, tetapi juga tersebar di sejumlah lokasi di tengah masyarakat.

Dengan demikian, pengunjung dapat melihat langsung warisan budaya yang masih menyatu dengan kehidupan sehari-hari warga.

Sementara itu, mewakili Bupati Bondowoso, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bondowoso, Dra. Nunung Setianingsih, M.M., menegaskan bahwa Bondowoso tidak hanya kaya akan potensi alam, tetapi juga memiliki warisan sejarah yang sangat berharga.

“Jejak peradaban masa lalu mulai dari situs megalitik, tradisi leluhur hingga kesenian rakyat merupakan identitas dan warisan berharga yang wajib kita jaga bersama. Warisan budaya bukanlah sekadar peninggalan masa lampau untuk dikenang, melainkan sumber inspirasi dan kekuatan untuk membangun masa depan,” ujarnya.

Nunung juga mengapresiasi kontribusi komunitas budaya, pelaku seni, pegiat budaya, dan akademisi yang selama ini konsisten menjaga warisan leluhur.

Ia berharap generasi muda turut terlibat dalam mendokumentasikan, mengembangkan, dan mempromosikan budaya lokal melalui berbagai inovasi digital.

“Ke depan, saya berharap generasi muda dapat terlibat aktif secara kreatif. Mari kita dokumentasikan, kembangkan, dan promosikan situs budaya serta pengetahuan lokal melalui inovasi digital agar Bondowoso semakin dikenal sebagai daerah yang maju namun tetap kukuh menjaga warisan budayanya. Semoga melalui kegiatan ini lahir gagasan baru dan komitmen kuat untuk merawat jejak purba Bondowoso demi generasi masa depan,” pungkasnya.

Penulis: Badrul Nurul Hisyam
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id