Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
22 Juni 2026 | 11:51 WIB
Nasional

Menag Dorong PTKN Terapkan Ekoteologi untuk Kelestarian Lingkungan

IMG 59
Menteri Agama dorong integrasi ekoteologi di PTKN (Foto: Surau.ID/Ist).

 

KEDIRI (Surau.ID) – Menteri Agama Nasaruddin Umar menginstruksikan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) untuk mengintegrasikan nilai agama, sains, dan pelestarian lingkungan melalui pengembangan kurikulum berbasis ekoteologi guna menghadapi krisis ekologis global.

Pesan tersebut disampaikan saat Seminar Nasional di UIN Syekh Wasil Kediri, Sabtu (20/6/2026). Menag menekankan bahwa manusia dan alam merupakan kesatuan eksistensi ciptaan Allah yang menuntut tanggung jawab moral serta spiritual dalam penjagaannya.

Paradigma non-dualistik ini menjadi landasan penting agar pendidikan tinggi Islam tidak lagi memisahkan sains dan agama. Pelestarian lingkungan kini harus dipandang sebagai bentuk nyata implementasi tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi.

Mengubah Gerakan Teknis Menjadi Spiritualitas

Menag menegaskan bahwa perguruan tinggi harus menjadi motor penggerak kesadaran ekologis yang mendalam. Dengan mengadopsi ekoteologi, upaya menjaga alam tidak lagi dianggap sebagai tindakan teknis semata, melainkan menjadi gerakan moral yang didorong oleh kesadaran teologis mendalam dari setiap sivitas akademika.

Sebagai langkah nyata, UIN Syekh Wasil Kediri meresmikan Laboratorium Ekoteologi Sumber Jiput hasil kolaborasi dengan pemerintah daerah. Fasilitas ini diproyeksikan sebagai pusat riset inovatif yang memperkuat implementasi konsep kampus hijau serta perlindungan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.

Simbolisme dan Aksi Nyata

Komitmen tersebut ditegaskan melalui penanaman pohon matoa di lingkungan kampus, sebuah tindakan yang sarat akan makna filosofis dan ekologis. Pohon ini dipilih karena merepresentasikan tanggung jawab manusia dalam menjaga keseimbangan alam serta perlindungan sumber air bagi ekosistem sekitar.

“Perguruan tinggi perlu menjadi motor penggerak lahirnya kesadaran ekologis berbasis nilai teologis,” ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Melalui sinergi riset dan aksi nyata, PTKN diharapkan mampu melahirkan inovasi yang menjawab persoalan lingkungan. Inisiatif ini juga menjadi langkah strategis agar nilai-nilai keagamaan memberikan kontribusi konkret dalam menjaga keberlangsungan bumi bagi generasi masa depan yang lebih harmonis dan lestari.

Penulis: Misbahul A
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id