Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
12 Maret 2026 | 00:17 WIB
Daerah

Aliansi BEM Probolinggo Raya Gelar Aksi Solidaritas, Desak Evaluasi Total Institusi Polri

WhatsApp Image 2026 03 11 at 19.00.30
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Probolinggo Raya menggelar aksi solidaritas di depan Polres Probolinggo, Senin (9/3/2026). (Foto: Surau.ID/Ist)

 

PROBOLINGGO (Surau.ID) – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Probolinggo Raya menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Kabupaten Probolinggo, Jalan Panglima Sudirman, Desa Sukokerto, Kecamatan Pajarakan, pada Senin (09/03/2026) sore.

Massa yang berjumlah sekitar 50 orang tersebut datang membawa tuntutan krusial terkait dugaan tindakan represif aparat kepolisian terhadap warga sipil yang dinilai semakin masif belakangan ini. Aksi yang berlangsung sejak pukul 16.22 WIB hingga petang ini dipimpin langsung oleh Jefri Ali Mahmudi selaku koordinator lapangan.

Dalam orasinya, Koordinator Aliansi BEM Probolinggo Raya, M. Robius Zaman, menegaskan bahwa kehadiran mereka merupakan bentuk kegelisahan masyarakat terhadap wajah penegakan hukum di Indonesia. Ia menilai, negara seharusnya hadir sebagai pelindung, bukan justru menjadi sumber ketakutan bagi rakyatnya.

WhatsApp Image 2026 03 11 at 19.00.29
Aliansi BEM Probolinggo Raya menyampaikan orasi dan membentangkan poster tuntutan saat menggelar aksi di depan Polres Probolinggo, menyoroti dugaan tindakan represif aparat sekaligus mendesak evaluasi menyeluruh terhadap institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia. (Foto: Surau.ID/Ist)

“Kami berdiri di sini bukan untuk membuat keributan atau mencari sensasi. Kami menyuarakan kebenaran demi memastikan hukum benar-benar berpihak kepada rakyat. Negara yang kuat adalah negara yang mau mendengar suara rakyatnya,” tegas Azam sam di tengah massa aksi.

Senada dengan itu, Jefri selaku Koordinator Isu Politik, Hukum, dan HAM Aliansi BEM Probolinggo Raya, menyoroti fenomena “tajam ke bawah, tumpul ke atas” yang masih dirasakan dalam sistem hukum saat ini. Ia mempertanyakan implementasi slogan pengabdian Polri yang menurutnya kerap diciderai oleh tindakan oknum di lapangan.

“Kami tidak ingin ada lagi korban berjatuhan akibat tindakan represif. Kami mendesak pembenahan SOP penggunaan kekuatan agar sesuai dengan prinsip HAM dan proporsionalitas,” ujar Jefri.

Dalam aksi tersebut, aliansi mahasiswa ini membacakan enam poin tuntutan utama, di antaranya:

  1. Mendesak Presiden untuk mengevaluasi dan mencopot Kapolri.
  2. Menuntut penegakan hukum yang adil, transparan, dan tanpa pandang bulu.
  3. Meminta tanggung jawab negara berupa keadilan dan ganti rugi bagi keluarga korban kekerasan aparat.
  4. Jaminan perlindungan bagi saksi dan keluarga korban dari segala bentuk intimidasi.
  5. Audit independen terhadap institusi Polri guna mencegah penyalahgunaan wewenang.
  6. Pembenahan SOP penggunaan kekuatan agar selaras dengan prinsip kemanusiaan.

Aksi mahasiswa ini diterima langsung oleh Wakapolres Kabupaten Probolinggo, Kompol Yanuar Rizal Ardianto, S.H., S.I.K. Di hadapan massa, ia menyampaikan apresiasinya atas penyampaian aspirasi yang berjalan tertib dan damai.

“Kami menghormati setiap aspirasi yang disampaikan. Ini adalah bagian dari hak demokrasi. Seluruh tuntutan dan pernyataan sikap ini kami terima secara resmi untuk diteruskan ke pimpinan di tingkat yang lebih tinggi sesuai mekanisme yang berlaku,” ujarnya.

WhatsApp Image 2026 03 11 at 19.00.29 (1)
Mahasiswa dari Aliansi BEM Probolinggo Raya menata poster tuntutan dan simbol aksi saat menggelar demonstrasi di depan Polres Probolinggo. (Foto: Surau.ID/Ist)

Ia juga menegaskan komitmen institusinya untuk terus melakukan perbaikan internal. Menurutnya, setiap dugaan pelanggaran yang melibatkan anggota kepolisian akan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku, baik secara etik maupun pidana.

“Kami mengajak rekan-rekan mahasiswa untuk terus mengedepankan dialog. Kami bangga aksi hari ini berjalan aman dan kondusif, mencerminkan proses demokrasi yang sehat,” tambahnya.

Kegiatan berakhir pada pukul 17.35 WIB dengan situasi yang tetap terkendali. Massa membubarkan diri secara teratur setelah memastikan poin-poin tuntutan mereka telah diterima secara formal oleh pihak kepolisian.

Penulis: Badrul Nurul Hisyam
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id