Gus Ahmad Kafabihi dan Ning Sheila Hasina dari Pesantren Lirboyo Kediri menekankan pentingnya adab dan niat murni ketika menasihati teman. Pesan tersebut disampaikan dalam ceramah yang tayang di Channel YouTube NU Online, Senin (12/1/2026).
DALAM ceramahnya, Ning Sheila Hasina menjelaskan bahwa menasihati teman yang melakukan kesalahan harus dilakukan dengan cara yang tepat. Ia menekankan, nasihat sebaiknya diberikan secara personal dan tidak dipublikasikan di media sosial dengan maksud mempermalukan.
“Teman-teman sekalian, nasihat yang diberikan antara Muslim dengan Muslim lain tentu ada batasan-batasannya. Tidak kemudian kita upload videonya atau beri caption ‘ini tidak boleh ditiru.’ Jangan demikian,” ujarnya.
Gus Ahmad Kafabihi menambahkan bahwa prinsip menasihati ini sejalan dengan ajaran klasik. Mengutip kitab Risalah Muawanah karya Sayid Abdullah bin Alawi Alhadad, Gus Ahmad menjelaskan pentingnya menasihati secara sembunyi-sembunyi (bil khulwah) dan lembut (talatuf).
“Ketika kamu melihat sesuatu yang kurang pas pada teman kamu, maka hendaknya kamu menasihatinya secara pribadi dan dengan kelembutan. Jangan terlalu keras, karena orang yang terlalu keras malah tidak menerima nasihat itu,” tuturnya.
Ia juga menekankan niat dalam menasihati harus murni karena Allah. Menurut Gus Ahmad, nasihat tidak boleh didorong oleh keinginan agar terlihat pintar atau membuat orang takut, karena hal itu akan mengurangi keberhasilan nasihat.
Ning Sheila menambahkan, “Ketika kita memberikan faedah kepada orang lain, entah itu nasihat atau ilmu, niatkan semata-mata untuk Allah Subhanahu wa ta’ala. Urusan mereka menerima atau memahami adalah urusan Allah,” tambahnya.
Selain bagi yang memberi nasihat, Gus Ahmad juga mengingatkan bagi penerima nasihat agar tidak menolaknya mentah-mentah. Ia menegaskan, nasihat yang disampaikan sejatinya adalah perantara dari Allah.
“Kalau panjenengan ada yang menasihati, ucapkan alhamdulillah. Nasihat itu datang dari Allah, dan kita hanyalah perantaranya,” ujarnya.
Ceramah tersebut menekankan keseimbangan antara etika, niat, dan kesadaran spiritual dalam interaksi sehari-hari. Kedua tokoh Pesantren Lirboyo Kediri ini berharap, pesan dapat menjadi pedoman bagi santri dan umat Islam agar menasihati dan menerima nasihat dengan hati yang bersih serta niat yang tulus, sehingga membawa manfaat bagi diri sendiri dan orang lain.