BONDOWOSO (Surau.ID) – Untuk memastikan akurasi data pemantauan aktivitas vulkanik, Badan Geologi secara rutin melakukan perawatan terhadap Stasiun Seismik dan GPS Mlaten (MLTN) Gunung Raung yang berlokasi di Desa Jampit, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, Rabu (17/6/2026).
Perawatan perangkat di ketinggian 1.173 mdpl ini juga melibatkan kolaborasi akademis dengan mahasiswa Jurusan Fisika Universitas Udayana (Unud).
Ketua Pos Pengamatan Gunung Raung, Agung Tri Subekti, menjelaskan bahwa Stasiun Mlaten adalah satu dari lima stasiun vital yang menyuplai data kegempaan dan deformasi tubuh gunung. Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh mulai dari voltase baterai, efektivitas panel surya, hingga sistem transmisi data sensor.
Tantangan Geografis dalam Transmisi Data
Transmisi data dari Stasiun Mlaten menuju Pos Pengamatan Gunung Raung di Songgon, Banyuwangi, menghadapi kendala geografis yang signifikan akibat bentang pegunungan. Oleh karena itu, sinyal harus melalui beberapa titik relay yakni Puncak Ijen, Pos Ijen, dan Rogojampi agar data dapat diterima dengan baik.
“Sinyal tidak bisa langsung dikirim ke pos karena jalurnya tertutup gunung,” jelas Agung.
Status Waspada dan Imbauan Masyarakat
Hingga saat ini, Gunung Raung masih berada pada Status Level II (Waspada). Pihak otoritas menekankan larangan bagi masyarakat maupun wisatawan untuk mendekati kawah puncak dalam radius tiga kilometer, serta melarang aktivitas turun ke kaldera atau bermalam di kawasan kawah demi keselamatan.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan hanya merujuk pada informasi resmi terkait aktivitas vulkanik melalui aplikasi atau situs Magma Indonesia. Agung menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap hoaks yang kerap beredar di tengah masyarakat.
“Imbauannya seperti biasa, jangan mudah termakan hoaks. Pantau terus informasi resmi,” pungkasnya.