PROBOLINGGO (Surau.ID) – Rombongan Pondok Pesantren Nurul Jadid Sejati Ngawi mendalami sistem pembelajaran bahasa asing dan pengelolaan asrama melalui diskusi bersama LPBA dan MANJ-PK di Aula Mini PPNJ, Sabtu (08/08/2026).
Direktur LPBA Nurul Jadid, Ustaz Saddam Husen, memaparkan kurikulum serta metode untuk membangun lingkungan kebahasaan yang kondusif bagi para santri agar aktif berkomunikasi.
Sementara itu, Koordinator Asrama MANJ-PK, Ustaz Moh. Abdillah, menjelaskan pola pembinaan asrama, pendampingan, serta strategi menghadapi keragaman karakter santri secara profesional.
Pengembangan Program Bahasa Asing
Fokus utama kunjungan ini adalah mengadopsi metode pembelajaran bahasa asing yang sukses diterapkan di LPBA untuk diaplikasikan di pesantren asal rombongan.
Sistem yang berjalan di LPBA menjadi referensi penting bagi PPNJS Ngawi dalam merancang program penguatan bahasa yang lebih terstruktur dan efektif.
Manajemen Asrama dan Pembinaan Karakter
Pengelolaan asrama di MANJ-PK memberikan wawasan baru tentang cara mengatasi berbagai tantangan dalam membina santri dengan latar belakang yang beragam.
“Kami ingin mendiskusikan bagaimana menganalisis adanya keragaman siswi dan bagaimana pengurus menanganinya serta implementasinya,” ujar Kepala Pesantren Nurul Jadid Sejati, Gus Muhammad Imdad.
Sinergi mendalam antara LPBA dan MANJ-PK ini diharapkan mampu memberikan inspirasi nyata bagi PPNJS Ngawi dalam meningkatkan mutu tata kelola lembaga pendidikan.