Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
10 Juni 2026 | 23:22 WIB
Nasional

Dampak Rupiah Melemah, Pedagang Tahu dan Tempe Kian Tertekan

IMG 2
Menteri Keuangan Berikan Keterangan Pers (Foto: Surau.ID/Ist).

 

JAKARTA (Surau.ID) – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kini telah menembus angka psikologis Rp18.036 per dolar AS. Dampak fluktuasi mata uang ini tidak hanya menjadi diskursus di ruang-ruang ekonomi makro, melainkan mulai memberikan hantaman nyata bagi pelaku usaha kecil dan mikro yang sangat bergantung pada bahan baku impor. Kenaikan biaya produksi akibat kurs yang melemah kini dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama para pedagang tahu dan tempe yang menjadi tulang punggung protein murah bagi rakyat.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima banyak laporan mengenai berkurangnya margin keuntungan pelaku usaha mikro akibat lonjakan harga bahan baku, seperti kedelai yang sebagian besar masih harus didatangkan dari luar negeri. Kondisi ekonomi yang menekan ini memaksa sebagian pedagang untuk berada di posisi sulit: menaikkan harga jual produk yang berisiko menurunkan daya beli konsumen, atau menekan margin keuntungan mereka sendiri demi mempertahankan kelangsungan bisnis di tengah situasi yang tidak menentu. Purbaya menegaskan bahwa kenaikan biaya produksi (cost of production) ini menjadi perhatian serius pemerintah agar stabilitas harga kebutuhan pokok tetap terjaga.

 

Sinergi Fiskal dan Moneter untuk Stabilitas

Guna meredam tekanan terhadap rupiah, pemerintah berkomitmen memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia (BI). Purbaya menekankan pentingnya keselarasan antara kebijakan fiskal dan moneter agar dampaknya lebih signifikan dan terukur terhadap perekonomian nasional. Sinergi yang kuat antara otoritas fiskal dan bank sentral diyakini mampu membangun kembali optimisme pelaku pasar. Kepercayaan investor yang membaik diharapkan dapat membantu memperkuat posisi rupiah sekaligus mengurangi tekanan-tekanan yang berasal dari faktor eksternal, seperti kebijakan suku bunga di negara-negara maju yang memicu perpindahan modal.

Pemerintah dan Bank Indonesia telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan daya tarik instrumen keuangan domestik. Dengan memperkuat daya saing aset dalam negeri, diharapkan arus modal asing dapat kembali mengalir ke pasar keuangan nasional. Purbaya optimis bahwa ketika kebijakan antara pemerintah dan bank sentral menyatu dalam langkah-langkah yang sinkron, kepercayaan pasar terhadap rupiah akan kembali pulih. Langkah ini diproyeksikan dapat menahan pelemahan mata uang nasional agar tidak terjerembab ke level yang lebih dalam lagi, sehingga stabilitas pasar keuangan domestik tetap terjaga di tengah ketidakpastian arus ekonomi global.

 

Melindungi Daya Beli dan Keberlangsungan Usaha

Lebih jauh, Menkeu menegaskan bahwa menjaga stabilitas nilai tukar bukanlah sekadar upaya memperbaiki angka-angka statistik di pasar keuangan atau memperbaiki indikator ekonomi makro semata. Lebih dari itu, kebijakan tersebut diarahkan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama kelompok yang paling rentan terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok. Purbaya berharap kebijakan yang lebih terukur ke depannya mampu menekan kenaikan biaya hidup yang saat ini dirasakan berat oleh rumah tangga maupun pelaku usaha kecil.

Dengan stabilitas rupiah yang kembali terjaga, diharapkan para pedagang tahu dan tempe serta ibu rumah tangga tidak lagi terbebani oleh kenaikan harga kebutuhan pokok yang terlalu signifikan. Upaya pemerintah dan BI dalam melakukan sinkronisasi pengelolaan likuiditas serta menjaga ketersediaan dana di pasar uang menjadi langkah kunci dalam meredam dampak gejolak ekonomi terhadap denyut kehidupan masyarakat. Keberhasilan sinergi ini akan menjadi benteng pertahanan utama bagi ekonomi domestik dalam menghadapi badai ketidakpastian dunia yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, memastikan bahwa dapur rumah tangga masyarakat tetap terjaga dan roda ekonomi kerakyatan terus berputar meski di bawah tekanan global.

Penulis: Misbahul A
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id