PROBOLINGGO (Surau.ID) – Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Krejengan sejak waktu berbuka puasa hingga selesai sholat Tarawih, memicu banjir luapan yang merendam rumah-rumah warga. Bagian dapur menjadi area paling terdampak, sehingga banyak keluarga kesulitan menyiapkan sahur.
Menanggapi kondisi ini, relawan SPPG Opo-opo Krejengan bergerak cepat menyalurkan makanan sahur secara door to door, Minggu dini hari pukul 02.00 WIB, Minggu (22/2/2026).
Mitra SPPG Opo-opo, Muhammad Wahyuni, menceritakan bahwa air mulai masuk ke permukiman sekitar pukul 22.00 WIB. “Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Krejengan setelah berbuka puasa sampai selesai sholat teraweh tak kunjung reda hingga pukul 00.00 wib masih gerimis,” ujarnya
Kemudian, lanjutnya, banjir masuk ke dapur-dapur warga, banyak yang kewalahan. Mereka kesulitan memasak sahur karena fokus bersih-bersih rumah
Melihat kondisi darurat itu, tim relawan langsung bergerak. Persiapan dan memasak massal dilakukan tengah malam, mulai pukul 00.00 hingga 01.00 WIB, agar distribusi makanan sahur dapat dilakukan tepat waktu.

Wahyuni menjelaskan bahwa banjir merendam beberapa desa di Krejengan, termasuk Desa Opo-opo, Dawuhan, Karangren, Gebangan, dan Sokaan. Namun karena keterbatasan waktu menjelang imsak, penyaluran difokuskan pada desa terdekat.
“Kami membagikan langsung ke rumah-rumah warga di Desa Opo-opo agar tepat sasaran,” tambahnya.
Aksi sosial ini mendapat dukungan penuh dari Yayasan Baraka Seva Nutra, lembaga yang menaungi SPPG Opo-opo. Ketua yayasan, Rahmat Hidayat, menegaskan bahwa kegiatan tanggap darurat ini tidak mengganggu kegiatan utama lembaga.
“Dana yang digunakan bukan dari operasional SPPG, tetapi berasal dari yayasan dan mitra,” ujarnya. Rahmat menambahkan, anggaran sosial memang disiapkan untuk kondisi darurat seperti ini.
Kehadiran relawan di sepertiga malam disambut haru warga. Bantuan yang tiba tepat waktu menjadi penyambung asa bagi mereka yang masih membersihkan sisa banjir.
Mohammad, warga Dusun Sumberbanger, Desa Opo-opo, menyampaikan apresiasi atas kepedulian relawan. “Kami sangat berterima kasih, terutama karena distribusi sahur tepat waktu. Ini benar-benar membantu kami,” katanya.
Lebih dari sekadar makanan, bantuan sahur itu memberi kekuatan moril. “Hati kami lega karena ada perhatian dari SPPG dan yayasan yang peduli. Rasanya tidak sendirian menghadapi banjir,” pungkas Mohammad.