JAKARTA (Surau.ID) – Bulan Oktober 2026 menghadirkan rangkaian fenomena astronomi menarik yang menghiasi langit malam, mulai dari Saturnus beroposisi hingga kemunculan Bulan Purnama Hunter’s Moon.
Fenomena langit sepanjang Oktober ini dapat diamati pada waktu yang berbeda, di mana sebagian besar objek dapat disaksikan langsung dengan mata telanjang saat langit cerah.
Saturnus mencapai titik oposisi pada 4 Oktober 2026, menjadikannya berada di posisi paling terang dan berada di langit sepanjang malam dari matahari terbenam hingga terbit.
Konfigurasi Planet Dan Okultasi Jupiter
Pada 5 Oktober 2026, Bulan sabit tua tampak berdekatan dengan planet Mars dan gugus bintang Beehive Cluster (Messier 44) di langit dini hari.
Disusul pada 6 Oktober 2026, terjadi peristiwa okultasi Bulan, yakni saat piringan Bulan melintas dan tampak menutupi planet Jupiter dari sudut pandang pengamatan Bumi.
Namun, visibilitas okultasi Jupiter sangat bergantung pada lokasi geografis sehingga tidak semua wilayah di dunia dapat menyaksikannya secara langsung.
Pesona Hunter’s Moon Di Akhir Oktober
Rangkaian fenomena astronomi Oktober ditutup oleh kemunculan Bulan Purnama Hunter’s Moon yang mencapai resminya pada akhir bulan, tepatnya 25–26 Oktober 2026.
Saat terbit di ufuk timur pasca matahari terbenam, Hunter’s Moon menyajikan panorama indah dengan warna kekuningan atau jingga akibat efek atmosfer Bumi.
Keindahan fenomena antariksa ini menjadi pengingat akan keagungan alam semesta yang menakjubkan.