Probolinggo (Surau.ID) – Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan RI, Dr. Astera Primanto Bhakti, mendorong penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat pada saat menghadiri puncak kegiatan UMKM Ramadhan Fest 2026 di Torasera Nurja Berkah, Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (7/3/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Bersama Tumbuh dan Berkah dengan Semangat Ramadan” tersebut dihadiri sekitar 200 peserta. Dalam kesempatan itu, Astera menegaskan bahwa sektor UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, terutama dalam menciptakan lapangan kerja serta menggerakkan aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
“Sektor UMKM memiliki kontribusi yang sangat besar bagi perekonomian Indonesia. UMKM tidak hanya berperan dalam menciptakan lapangan kerja, tetapi juga menjadi penggerak utama aktivitas ekonomi di berbagai daerah,” ujar Astera dalam sambutannya.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah melalui Kementerian Keuangan terus memberikan dukungan bagi pelaku usaha melalui berbagai kebijakan fiskal. Dukungan tersebut meliputi program pembiayaan, subsidi, hingga insentif yang bertujuan memperkuat kapasitas dan daya saing UMKM.
Selain itu, menurut Astera, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi instrumen penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan merata hingga ke daerah.
“Melalui APBN, pemerintah berupaya memastikan bahwa pembangunan dapat dirasakan secara merata hingga ke daerah-daerah, termasuk dalam mendukung perkembangan UMKM,” katanya.
Astera juga menyoroti berbagai program pembiayaan yang telah disiapkan pemerintah, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan program pembiayaan Ultra Mikro (UMi). Program tersebut bertujuan memperluas akses modal bagi pelaku usaha kecil agar dapat mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Ia menilai momentum bulan suci Ramadan menjadi peluang besar bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan aktivitas usaha. Pada periode tersebut, permintaan terhadap berbagai produk kebutuhan masyarakat meningkat secara signifikan.
“Bulan suci Ramadan merupakan momentum yang sangat baik untuk meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Astera mengingatkan dan mendorong agar para pelaku usaha terus berinovasi serta memanfaatkan teknologi digital dalam memasarkan produk. Menurutnya, transformasi digital menjadi salah satu kunci penting agar UMKM mampu bersaing di pasar yang semakin luas.
Menurutnya, keberhasilan pengembangan UMKM membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, lembaga keuangan, dunia usaha, hingga masyarakat.
“Diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan, serta masyarakat agar ekosistem UMKM dapat tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,” pungkasnya.