PROBOLINGGO (Surau.ID) – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo menerima audiensi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nurul Jadid di Kantor Disnaker Kabupaten Probolinggo, Kamis (04/06/2026). Pertemuan yang dipimpin Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Saniwar itu membahas kondisi ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka, serta peluang kerja yang dapat diakses masyarakat setempat.
Dalam forum tersebut, Disnaker memaparkan bahwa tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Probolinggo saat ini tercatat sebesar 2,92 persen. Angka tersebut menjadi salah satu indikator yang menunjukkan kondisi pasar kerja daerah yang relatif terkendali.
Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Saniwar mengatakan audiensi menjadi sarana berbagi informasi sekaligus menjawab berbagai pertanyaan mahasiswa mengenai perkembangan ketenagakerjaan di daerah.
“Pada kesempatan ini kami menerima teman-teman mahasiswa yang ingin berdiskusi mengenai permasalahan tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Probolinggo dan peluang kerja yang tersedia. Kami menjelaskan bahwa tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Probolinggo saat ini berada di angka 2,92 persen,” katanya.
Menurut Saniwar, pemerintah daerah terus berupaya memperluas akses masyarakat terhadap informasi lowongan kerja. Disnaker juga berperan menghubungkan pencari kerja dengan sektor usaha dan industri yang membutuhkan tenaga kerja.
Selain kesempatan bekerja di dalam negeri, Disnaker juga membuka akses informasi terkait penempatan tenaga kerja ke luar negeri melalui mekanisme resmi yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
“Peluang kerja di dalam negeri maupun di luar negeri masih cukup banyak. Karena itu kami terus mendorong masyarakat untuk meningkatkan kompetensi dan memanfaatkan berbagai informasi lowongan kerja yang tersedia agar dapat terserap ke dunia kerja,” jelasnya.
Ia menambahkan, upaya menekan angka pengangguran tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Keterlibatan dunia pendidikan, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
“Kolaborasi seluruh pemangku kepentingan sangat penting untuk menekan pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan lapangan kerja yang lebih luas,” tegasnya.
Sementara itu, Presiden Mahasiswa Universitas Nurul Jadid Hadi Firmansyah menyebut audiensi dilakukan untuk mempererat hubungan dengan pemerintah daerah sekaligus memperdalam pemahaman mahasiswa mengenai kondisi ketenagakerjaan di Kabupaten Probolinggo.
“Kami datang untuk bersilaturahmi, berdiskusi dan belajar mengenai angka pengangguran serta kondisi ketenagakerjaan di Kabupaten Probolinggo. Dari penjelasan yang kami terima, tingkat pengangguran di Kabupaten Probolinggo berada pada angka yang cukup rendah dan peluang kerja yang tersedia masih sangat banyak,” ujarnya.
Hadi mengatakan Disnaker memiliki sejumlah program peningkatan kompetensi pencari kerja, termasuk pelatihan keterampilan dan penyelenggaraan job fair hingga tingkat desa. Ia juga menilai peluang kerja luar negeri yang tersedia melalui jalur resmi dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang memiliki kompetensi dan minat untuk bekerja di luar negeri.