Bandung (Surau.ID) — Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Bandung mendalami kasus tewasnya seorang siswa SMAN 5 Bandung bernama Muhammad Fahdly Arjasubrata yang diduga menjadi korban pengeroyokan di kawasan Jalan Cihampelas pada Jumat (13/3).
Pelaksana Tugas Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Adi Wijaya, menyatakan bahwa pihaknya kini fokus melakukan penyelidikan dan pengumpulan bukti terkait insiden tersebut.
“Percayakan kepada Polrestabes Bandung untuk melakukan pendalaman dan penyidikan berkaitan dengan kejadian tersebut,” kata Adi Wijaya di Bandung, Minggu (15/3).
Saat ini, Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung menangani langsung proses penyelidikan kasus tersebut. Polisi juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu yang dapat memperkeruh situasi.
“Kita berharap dengan kejadian semalam juga tidak ada efek yang akan terjadi di kemudian hari,” ujarnya.
Kasus kematian pelajar ini menjadi perhatian luas publik setelah sebuah video amatir yang memperlihatkan bentrokan di kawasan Cihampelas beredar dan viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, tampak seorang laki-laki yang diduga korban pengeroyokan tergeletak di pinggir jalan.
Sementara itu, Kapolsek Coblong, Kompol Riki Erickson, menyampaikan dugaan awal terkait peristiwa tersebut. Ia menyebut insiden tersebut kemungkinan melibatkan pelajar dari SMAN 5 Bandung dan SMAN 2 Bandung.
“Iya, meninggal dunia anak SMAN 5 Bandung. Saat ini ditangani Polrestabes Bandung,” kata Riki.