MALANG (Surau.ID) – Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya menyelenggarakan aksi donor darah pada Kamis, 11 Juni 2026, sebagai bentuk pengabdian masyarakat dalam rangkaian perayaan Dies Natalis ke-18.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung FKG UB ini berhasil menarik antusiasme tinggi dengan kehadiran 75 pendaftar. Aksi kemanusiaan ini melibatkan kolaborasi antara BEM, dosen, tenaga kependidikan, hingga masyarakat umum di Kota Malang.
Program ini bertujuan untuk mendukung ketersediaan stok darah di wilayah Malang sekaligus menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya donor darah rutin. Melalui kegiatan ini, FKG UB berupaya menanamkan nilai kepedulian sosial yang berdampak langsung bagi pelayanan kesehatan.
Kegiatan yang dilaksanakan sejak pukul 08.00 hingga 12.00 WIB ini menjadi ajang penguatan hubungan antara kampus dan masyarakat. Dengan menargetkan 60 kantong darah, panitia berhasil memfasilitasi sivitas akademika dan warga umum untuk berkontribusi langsung dalam misi kemanusiaan yang sangat krusial bagi keselamatan pasien di rumah sakit.
Lebih dari sekadar pengumpulan stok darah, acara ini berfungsi sebagai platform edukasi mengenai syarat serta manfaat kesehatan dari donor darah. Hal ini penting untuk mematahkan stigma atau keraguan masyarakat dalam menjadi pendonor sukarela secara rutin bagi sesama.
Momentum Dies Natalis kali ini menjadi pengingat bahwa institusi pendidikan harus hadir memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Semangat berbagi yang diusung diharapkan mampu menginspirasi lebih banyak elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam aksi-aksi sosial di masa depan.
“Kegiatan donor darah ini adalah wujud nyata partisipasi FKG UB dalam aksi kemanusiaan yang memberi manfaat bagi banyak pihak sekaligus mempererat hubungan sivitas akademika dengan masyarakat luas,” ujar perwakilan panitia saat meninjau lokasi kegiatan.
Perhelatan ini membuktikan bahwa dedikasi FKG UB tidak hanya terbatas pada bidang pendidikan dan riset kesehatan, tetapi juga meluas hingga ke ranah aksi sosial. Harapannya, semangat solidaritas yang terbangun melalui aksi sederhana ini dapat terus berlanjut menjadi budaya baik di lingkungan kampus maupun masyarakat luas demi martabat kemanusiaan.