PROBOLINGGO (Surau.ID) – Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Nurul Jadid (UNUJA) resmi membuka agenda Pelatihan Kader Dasar (PKD) di Aula Fakultas Teknik UNUJA pada Kamis (07/05/2026). Mengangkat tema “Aktualisasi Gerakan Kader PMII: Merawat Keadilan dan Mengawal Isu Kerakyatan”, kegiatan ini bertujuan mencetak aktivis yang memiliki ketajaman intelektual sekaligus kepedulian sosial yang kuat.
Pelatihan jenjang kedua dalam sistem kaderisasi PMII ini diikuti oleh lebih dari 50 peserta. Menariknya, peserta tidak hanya datang dari internal kampus, tetapi juga melibatkan delegasi lintas daerah, seperti PMII Rayon Avicenna (IAI At-Taqwa Bondowoso), Rayon FTIK (UIN KHAS Jember), hingga Rayon FEBI (Unisya Lumajang).
Hadir dalam pembukaan tersebut jajaran Majelis Pembina Komisariat (Mabinkom) PMII UNUJA, Dr. Ainul Yaqin dan Dr. Mushafi Miftah, serta jajaran pengurus Cabang PMII Probolinggo.
Ketua Komisariat PMII UNUJA, Abdul Rofid Juniardi, menegaskan bahwa PKD ini merupakan kawah candradimuka untuk melahirkan kader yang tidak hanya mahir berorganisasi, tetapi juga mampu membedah persoalan sosial secara kritis.
“PKD bukan sekadar rutinitas formalitas untuk menggugurkan kewajiban organisasi. Ini adalah ruang dialektika untuk membentuk kader ‘Mujtahid’, individu yang mampu berpikir progresif, berani melakukan ijtihad gerakan, dan senantiasa berpijak pada kepentingan masyarakat luas,” tegasnya.
Ia menambahkan, mahasiswa saat ini harus keluar dari zona nyaman menara gading kampus.
Menurutnya, sensitivitas terhadap ketimpangan sosial dan keberanian mengawal isu-isu kerakyatan adalah identitas utama yang harus melekat pada setiap kader setelah lulus dari pelatihan ini.
“Kami ingin kader PMII menjadi garda terdepan dalam merespons jeritan rakyat. Intelektualitas yang mereka miliki harus didedikasikan untuk membela kaum yang tertindas (mustad’afin),” pungkasnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat basis ideologi serta memperluas jejaring gerakan antar-kader PMII di wilayah Jawa Timur.