JAKARTA (Surau.ID) – Menteri Luar Negeri RI Sugiono resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) periode 2026–2030 dalam Musyawarah Nasional (Munas) PB IPSI di Jakarta, Sabtu (11/4).
Sugiono terpilih secara aklamasi dan akan memegang jabatan sebagai Ketua Umum PB IPSI untuk masa bakti 2026–2030. Penetapan tersebut menandai babak baru kepemimpinan organisasi pencak silat nasional, sekaligus memperkuat posisi Sugiono di berbagai sektor strategis—pemerintahan, politik, hingga olahraga.
Penunjukan Sugiono sebagai Ketua Umum PB IPSI memperluas perannya yang saat ini menjabat Menteri Luar Negeri serta Sekretaris Jenderal Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).
Langkah ini juga dinilai strategis dalam mendorong misi besar pencak silat Indonesia untuk semakin mendunia. Dalam berbagai kesempatan, dorongan agar pencak silat masuk ke Olimpiade terus menguat, seiring upaya diplomasi olahraga yang membutuhkan dukungan kuat dari pemerintah dan jejaring internasional.
Sugiono dikenal sebagai salah satu kader utama di lingkar Presiden Prabowo Subianto. Ia merupakan sosok yang ditempa langsung oleh Prabowo sejak awal berdirinya Partai Gerakan Indonesia Raya pada 2008.
Mantan perwira Komando Pasukan Khusus (Kopassus) ini bahkan terlibat dalam proses awal pendirian partai. Dalam waktu relatif singkat, ia dipercaya menjadi salah satu pejabat teras partai sebagai Wakil Ketua Umum.
Tak hanya itu, Sugiono juga pernah menjabat sebagai sekretaris pribadi Prabowo Subianto, yang semakin mengukuhkan kedekatan dan kepercayaan politik di antara keduanya.

Karier politik Sugiono terus menanjak sejak terpilih sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Tengah I pada Pemilu 2019. Di parlemen, ia dipercaya menjabat Wakil Ketua Komisi I DPR RI—komisi strategis yang membidangi hubungan luar negeri, pertahanan, dan komunikasi.
Selain itu, ia juga sempat menjabat sebagai Ketua Fraksi Gerindra di MPR, memperluas pengaruhnya di lembaga legislatif.
Pada Pemilu 2024, ia kembali terpilih sebagai anggota DPR RI untuk periode 2024–2029. Namun, masa jabatannya tidak berlangsung lama setelah Presiden Prabowo Subianto menunjuknya sebagai Menteri Luar Negeri sejak Oktober 2024.
Posisi tersebut tergolong sangat strategis karena termasuk dalam struktur triumvirat pemerintahan, bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pertahanan.
Tak berhenti di kabinet, Sugiono kembali mendapat amanah besar di partai. Pada 1 Agustus 2025, ia ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerakan Indonesia Raya.
Posisi ini menjadikannya sebagai pengendali operasional partai secara nasional, sekaligus mempertegas statusnya sebagai figur kunci dalam struktur kekuasaan politik saat ini.
Sugiono lahir di Takengon, Aceh Tengah, 11 Februari 1979. Ia merupakan lulusan SMA Taruna Nusantara, sebelum melanjutkan studi ke Norwich University.
Ia kemudian berkarier sebagai perwira TNI AD di Kopassus dengan pangkat Letnan Satu pada periode 2002–2004. Pengalaman militer ini menjadi fondasi dalam perjalanan kariernya, baik di politik maupun pemerintahan.
Dengan terpilihnya sebagai Ketua Umum PB IPSI, Sugiono dihadapkan pada tantangan besar untuk membawa pencak silat ke level global, termasuk mendorongnya menjadi cabang olahraga Olimpiade.
Kombinasi pengalaman militer, jejaring internasional, serta posisi strategis di pemerintahan dinilai menjadi modal kuat untuk mewujudkan ambisi tersebut.
Penunjukan ini sekaligus menegaskan peran Sugiono sebagai figur lintas sektor—dari pertahanan, politik, diplomasi, hingga olahraga nasional.