JAKARTA (SIRAU.ID) – Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang dipimpin Prabowo Subianto genap berusia 18 tahun pada Jumat, 6 Februari 2026. Pada peringatan tahun ini, partai berlambang kepala garuda tersebut mengusung tema “Kompak, Bergerak, Berdampak” sebagai penegasan arah perjuangan ke depan.
Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Sugiono, menjelaskan bahwa tema tersebut menjadi pengingat bagi seluruh kader untuk terus menjaga persatuan sekaligus bergerak aktif mewujudkan cita-cita negara yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.
“Partai Gerindra genap berusia 18 tahun. Sebuah usia yang cukup matang dalam sebuah perjalanan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” kata Sugiono dalam keterangan videonya, Jumat (6/2/2026).

Mengacu pada laman resmi Partai Gerindra, pendirian partai ini berangkat dari keprihatinan sejumlah tokoh terhadap situasi politik nasional yang dinilai belum sepenuhnya mencerminkan nilai demokrasi. Gagasan awal muncul dari diskusi antara Fadli Zon dan Hashim Djojohadikusumo, adik kandung Prabowo Subianto, yang memandang perlunya kendaraan politik baru untuk mendorong perubahan sistem politik di Indonesia.
Pemikiran tersebut kemudian dibahas lebih luas bersama tokoh-tokoh di lingkaran Prabowo. Pada masa itu, Prabowo masih tercatat sebagai anggota Dewan Penasihat Partai Golkar dan sempat mengikuti konvensi calon presiden yang diselenggarakan partai tersebut.
Langkah pembentukan partai mulai mengerucut pada Desember 2007 ketika sejumlah tokoh nasional berkumpul untuk merumuskan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) sebagai fondasi organisasi. Pertemuan tersebut dihadiri antara lain oleh Fadli Zon, Ahmad Muzani, M. Asrian Mirza, Amran Nasution, Halida Hatta, Tanya Alwi, Haris Bobihoe, Sufmi Dasco Ahmad, Muchdi PR, Widjono Hardjanto, dan Suhardi.
Pembahasan berlangsung di markas Institute for Policy Studies (IPS) di Bendungan Hilir, Jakarta, saat Fadli Zon menjabat Direktur Eksekutif lembaga tersebut. Proses pendirian partai berjalan relatif cepat karena kebutuhan mendaftarkan partai sebagai peserta Pemilu 2009. Gerindra akhirnya dideklarasikan secara resmi pada 6 Februari 2008 dengan menetapkan visi, misi, serta manifesto perjuangan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu, demokratis, adil, makmur, beradab, dan berketuhanan.
Setelah resmi berdiri, Partai Gerindra langsung mengikuti Pemilu 2009 dan meraih 4.642.795 suara atau 4,46 persen dari total suara nasional. Pada tahun yang sama, Prabowo pertama kali tampil dalam kontestasi pemilihan presiden sebagai calon wakil presiden mendampingi Megawati Soekarnoputri. Pasangan tersebut menempati posisi kedua dengan 32.548.105 suara sah atau 26,79 persen, sementara kemenangan diraih pasangan Susilo Bambang Yudhoyono–Boediono dengan 73.874.562 suara atau 60,80 persen.
Perolehan suara Gerindra meningkat signifikan pada Pemilu 2014 dengan raihan 14.760.371 suara atau 11,81 persen. Sejak saat itu, Gerindra konsisten berada di jajaran tiga besar partai dengan suara nasional terbesar.
Pada Pemilu 2019, partai ini memperoleh 17.594.839 suara atau 12,57 persen, lalu kembali meningkat pada Pemilu 2024 menjadi 20.071.708 suara atau 13,22 persen dari total suara sah nasional. Dalam Pilpres 2024, Prabowo Subianto akhirnya memenangkan kontestasi setelah berpasangan dengan Gibran Rakabuming Raka.