PROBOLINGGO (Surau.ID) – SMK Kesehatan Sunan Kalijaga Banyuanyar Tengah menggelar Uji Sertifikasi Kompetensi (USK) bagi seluruh siswa kelas XII bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Asnakes Indonesia, Senin–Selasa, 13–14 April 2026. Kegiatan ini bertujuan memastikan lulusan memiliki standar kompetensi nasional sebelum terjun ke dunia kerja.
Ujian yang berlangsung di laboratorium praktik sekolah itu menjadi tahap akhir pembuktian kemampuan siswa di bidang kesehatan.
Kepala SMK Kesehatan Sunan Kalijaga, Lisa Zumrotul Hasanah, mengatakan pelaksanaan USK tahun ini mengacu pada standar nasional di bawah Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
“Kegiatan ini berlangsung intensif selama dua hari, dimulai pukul 07.30 hingga 15.00 WIB. Kami memastikan standar yang digunakan adalah standar nasional agar lulusan kami memiliki daya saing tinggi di pasar kerja,” ujarnya kepada Surau.ID.
Ia menjelaskan, ujian meliputi tiga aspek utama, yakni tes tulis untuk mengukur pemahaman teori, praktik penanganan pasien secara langsung, serta wawancara guna menilai kesiapan mental dan kemampuan komunikasi medis siswa.
Dalam praktiknya, siswa kelas X dan XI dilibatkan sebagai pasien simulasi untuk mendukung jalannya ujian.
Lisa menambahkan, pihak sekolah telah melakukan persiapan jauh hari melalui pembekalan materi dan penguatan praktik di laboratorium.
Menurut dia, durasi ujian yang panjang dengan standar penilaian ketat menjadi tantangan tersendiri bagi peserta.
“Memang ujian ini sangat menguras tenaga dan pikiran para siswa karena durasinya yang panjang dan ketatnya penilaian. Namun, kami optimis dengan bekal yang telah diberikan, seluruh siswa bisa meraih predikat kompeten,” katanya.
Selama pelaksanaan, suasana laboratorium tampak sibuk namun tetap kondusif. Penguji dari LSP memantau setiap tahapan dengan cermat, terutama dalam praktik penanganan pasien.
Salah satu peserta, Fika Irrohmania, mengaku ujian tersebut cukup menantang karena membutuhkan konsentrasi penuh dari pagi hingga sore hari.
“Cukup menguras tenaga ya, bayangkan saja dari pagi sampai sore baru selesai. Konsentrasi harus tetap terjaga meski sudah lelah,” tuturnya.
Ia menyebut bimbingan intensif dari guru sebelum ujian sangat membantu dalam memahami materi yang diujikan.
“Alhamdulillah, sebelumnya sudah dapat bimbingan dari bapak dan ibu guru. Jadi terasa agak mudah karena semua materi yang diajarkan benar-benar keluar saat diujikan tadi. Semoga hasil dari lelah saya ini memuaskan dan saya dinyatakan kompeten,” pungkasnya.
Dengan sertifikasi dari LSP, lulusan diharapkan tidak hanya mengantongi ijazah, tetapi juga memiliki pengakuan kompetensi nasional di bidang kesehatan.