PROBOLINGGO (Surau.ID) – Pemerintah Kota Probolinggo resmi mengalokasikan anggaran senilai Rp 400 juta guna menyukseskan kembali perhelatan akbar tahunan festival budaya Batik In Motion yang sangat dinantikan masyarakat luas setiap tahunnya di daerah ini.
Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Probolinggo telah membuka proses tender secara terbuka dan transparan untuk memilih penyedia Event Organizer profesional sebagai mitra pelaksana teknis penyelenggaraan acara.
Rangkaian acara puncak festival kebanggaan daerah ini dijadwalkan akan berlangsung semarak selama tiga hari berturut-turut pada tanggal 4, 5, dan 6 September 2026 mendatang di pusat kota.
Langkah Strategis Pengembangan Budaya
Penyelenggaraan event unggulan daerah ini dirancang secara khusus dengan mengusung misi besar yang bersifat multi-sektoral guna memperkuat identitas budaya lokal serta mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan secara masif.
Selain fokus pada pelestarian warisan leluhur bangsa, ajang bergengsi ini juga dipersiapkan secara sangat matang untuk memberikan ruang promosi seluas-luasnya bagi produk unggulan pelaku UMKM lokal.
Kehadiran berbagai komunitas kreatif, sanggar seni tari tradisional, hingga para desainer busana batik ternama dipastikan bakal semakin menyemarakkan jalannya rangkaian kegiatan sepanjang pergelaran akbar berlangsung.
Penggerak Utama Ekonomi Lokal
Kepala Dispopar Muhammad Abas menegaskan bahwa sinergi lintas sektor ini tidak hanya berorientasi pada seni pertunjukan semata, melainkan juga bertujuan menggerakkan roda perekonomian kerakyatan secara nyata.
“Kami optimistis, Batik In Motion 2026 mampu mengulang kembali, bahkan melampaui kesuksesan tahun lalu demi menggerakkan roda ekonomi Kota Probolinggo,” ujar Muhammad Abas selaku Kepala Dispopar, Rabu (5/8).
Dampak domino positif dari festival budaya ini diyakini akan langsung dirasakan oleh sektor perhotelan, industri kuliner, hingga para pedagang makanan kecil melalui lonjakan okupansi serta omzet harian yang signifikan.
Melalui perpaduan harmonis antara pelestarian tradisi wastra nusantara dan konsep sport tourism yang melibatkan berbagai komunitas, kota ini kian mantap menatap masa depan sebagai destinasi wisata unggulan nasional yang sangat kompetitif, kreatif, serta membanggakan.