KEDIRI (Surau.ID) – Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, disulap menjadi pusat perhatian saat menyambut lebih dari 500 peserta Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2026 yang resmi dibuka pada Sabtu (20/06/2026).
Sepanjang jalan utama pondok dipenuhi tenda bernuansa putih-hijau, menciptakan atmosfer hangat yang mempertemukan santri, panitia, serta masyarakat umum dalam perjumpaan penuh kegembiraan khas kehidupan pesantren.
Kemeriahan semakin terasa dengan kehadiran puluhan stan bazar UMKM dan lantunan seni hadrah dari Ikatan Seni Hadrah Indonesia (Ishari), menjadikannya ruang perayaan tradisi Islam Nusantara di samping agenda musyawarah formal para ulama.
Meraih Keberkahan Melalui Tabaruk
Festival seni hadrah dan Haul Akbar Masyayikh yang mengiringi pembukaan acara dihadiri langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf serta sesepuh pesantren, KH Nurul Huda Djazuli, yang menambah kekhidmatan suasana.
Dalam sambutannya, Gus Yahya menekankan pentingnya sikap tabaruk (mengharap keberkahan) kepada para masyayikh bagi generasi saat ini. Beliau menegaskan bahwa tugas utama nahdliyin saat ini bukanlah menciptakan amal sendiri, melainkan mengambil keberkahan dari keteladanan para pendahulu.
Forum Musyawarah dan Isu Strategis
Munas dan Konbes NU 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 22 Juni 2026, membahas berbagai isu krusial bangsa. Forum ini menjadi titik temu ulama untuk merumuskan langkah organisasi ke depan, termasuk penentuan lokasi Muktamar Ke-35 NU.
“Saya berharap yang terbaik dari Munas ini mengingat banyak masalah yang menimpa NU dan pesantren,” ujar Wardi Joko Nugroho, warga NU asal Surabaya, yang turut hadir merasakan atmosfer kemeriahan di lokasi.
Agenda ini dibagi ke dalam berbagai komisi, mulai dari Bahtsul Masail hingga komisi organisasi, yang tersebar di area pesantren. Meski dipadati ribuan orang, suasana tetap tertib berkat kesigapan relawan santri yang memandu tamu, memastikan seluruh rangkaian forum berjalan khidmat dan membawa manfaat nyata bagi seluruh warga NU dan bangsa Indonesia.