JAKARTA (Surau.ID) – Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengapresiasi kenaikan citra Polri berdasarkan survei Litbang Kompas April 2026 yang menunjukkan peningkatan skor layanan hingga 8,37.
Peningkatan persepsi positif ini dinilai memiliki dampak langsung terhadap kedisiplinan warga dalam mematuhi hukum yang berlaku. Gus Yahya berharap tren perbaikan ini terus berlanjut guna menjamin keamanan serta ketertiban bangsa.
Survei tersebut mencatat adanya pembenahan berkelanjutan di tubuh Polri, termasuk penurunan angka pelanggaran oleh anggota. Meski tantangan perilaku seperti arogansi dan pungli masih ada, proporsinya kini dilaporkan semakin mengecil di mata publik.
Kepolisian memegang peranan vital dalam menjaga keselamatan serta ketertiban negara. Sebagai institusi, Polri menjadi garda terdepan dalam menjaga pagar-pagar hukum agar tetap tegak di seluruh wilayah Indonesia.
Setiap petugas kepolisian yang menjalankan tugasnya dengan jujur, baik, dan penuh keikhlasan layak disebut sebagai pahlawan bangsa. Dedikasi tersebut menjadi kunci utama dalam memelihara stabilitas nasional di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang.
Walaupun citra layanan membaik, survei masih menyoroti beberapa kelemahan terkait budaya perilaku anggota polisi. Isu arogansi, pungutan liar, perselingkuhan, hingga gaya hidup hedonisme masih menjadi catatan yang perlu terus dibenahi oleh institusi tersebut.
“Peningkatan citra Polri di mata masyarakat mendorong penguatan ketaatan hukum masyarakat,” ujar KH Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum PBNU.
Selain itu, penyalahgunaan narkoba di kalangan oknum anggota menjadi catatan serius atau “lampu merah” yang menghambat peningkatan profesionalitas Polri secara menyeluruh. Upaya reformasi internal yang konsisten menjadi tuntutan publik agar institusi kepolisian semakin dipercaya dan mampu menjawab tantangan keamanan di masa depan dengan integritas yang lebih tinggi.