Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
07 September 2026 | 11:53 WIB
Daerah

GP Ansor Kraksaan Minta Parpol PAN Tak Eksploitasi Identitas Nahdliyin Demi Suara

IMG 20260907 WA0015

 

KRAKSAAN (Surau.ID) — Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kraksaan mendesak seluruh partai politik agar tidak mengeksploitasi identitas Nahdliyin sekadar demi kepentingan elektoral. Pernyataan ini disampaikan untuk merespons langkah Partai Amanat Nasional (PAN) yang kerap mengaitkan nama Nahdliyin dalam strategi komunikasi politiknya.

Sekretaris PC GP Ansor Kraksaan, Abd Wahid yang akrab disapa Akank Wahid menegaskan bahwa keberpihakan kepada warga Nahdlatul Ulama (NU) semestinya diwujudkan melalui kerja nyata, bukan melalui jargon politik. 

Menurutnya, siapa pun boleh menaruh kepedulian pada Nahdliyin, tetapi tidak perlu menyeret identitas organisasi sebagai komoditas branding.

“Pada dasarnya Nahdliyin jangan dijadikan identitas untuk meraup suara semata. Kalau memang peduli, itu sah-sah saja. Tapi urusan branding tidak perlu membawa kata Nahdliyin itu sendiri,” katanya.

Penegasan dari GP Ansor Kraksaan ini sekaligus memperkuat sikap Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Timur yang sebelumnya melayangkan kritik serupa. 

PW GP Ansor Jatim sempat menyoroti klaim PAN sebagai “Partai Anak Nahdliyin” dan menuntut bukti konkret berupa kebijakan yang memihak warga, bukan sebatas slogan kampanye.

Wahid sapaan akrabnya, menggarisbawahi bahwa teguran ini bukan tanda bahwa Ansor menutup diri dari PAN atau partai tertentu. 

Organisasi kepemudaan ini, tegasnya, tetap memegang teguh profesionalisme dan bersikap terbuka kepada semua kekuatan politik.

“Ansor Kraksaan bukan organisasi yang anti-PAN. Dalam kepengurusan saat ini juga banyak kader yang berasal dari berbagai unsur partai politik. Tapi ayo kita sama-sama besarkan rumah besar kita, yaitu Ansor,” tuturnya.

Ia berharap seluruh panggung politik nasional dapat bergerak lebih dewasa dengan mengedepankan program kerja yang menyentuh kebutuhan masyarakat, ketimbang memanfaatkan identitas keagamaan demi meraup suara.

“Kami berharap semua partai politik berjalan secara profesional, termasuk PAN. Jangan jadikan Nahdliyin sebagai objek politik belaka,” pungkasnya.

Penulis: Badrul Nurul Hisyam
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id