BANDAR LAMPUNG (Surau.ID) – Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengajak Dompet Dhuafa memperkuat sinergi dalam penanganan kemiskinan dan persoalan sosial ekonomi masyarakat di ruang kerjanya, Selasa (1/9/2026).
Langkah kolaborasi ini ditujukan untuk memperluas jangkauan program penuntasan kemiskinan ekstrem. Pemerintah Daerah membutuhkan peran aktif lembaga filantropi guna mengoptimalkan penanganan masalah sosial secara berkelanjutan.
Pendekatan pemberdayaan masyarakat yang diterapkan Dompet Dhuafa dinilai sangat krusial. Pemprov Lampung mendorong agar program-program penyaluran bantuan dapat diselaraskan langsung dengan data Dinas Sosial.
Sinergi Program Pemberdayaan dan Kesehatan
Pemprov Lampung mengapresiasi transparansi akuntabilitas pengelolaan dana hibah dan zakat. Selain pemberdayaan ekonomi, kontribusi nyata juga dihadirkan dalam penyediaan fasilitas oksigen sentral medis.
Dukungan sektor kesehatan ini menjadi salah satu pilar penting pendampingan masyarakat. Sinergi antarlembaga diharapkan mampu mempercepat penurunan angka kemiskinan ekstrem di seluruh wilayah Lampung.
Capaian Penyaluran Bantuan Masyarakat
Dompet Dhuafa Lampung telah menjangkau 23.000 penerima manfaat melalui berbagai program pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan ekonomi, termasuk penyaluran dana yang mencapai rasio 85 persen.
“Kami sudah memetakan masyarakat miskin ekstrem. Program yang bisa disinergikan dapat langsung diarahkan kepada sasaran,” ujar Jihan Nurlela, Wakil Gubernur Lampung.
Sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga filantropi diharapkan menjadi solusi berkelanjutan. Langkah bersama ini menjadi komitmen nyata dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat Lampung yang makin merata.