BANYUWANGI (Surau.ID) – Politeknik Negeri Jember mendampingi UMKM Gandrung Banyuwangi dengan menghadirkan inovasi rekayasa bahan baku dan otomasi produksi dodol buah naga pada Sabtu, 11 Juli 2026.
Tim dosen Polije menerapkan teknologi pengolahan buah naga menjadi tepung serta menyerahkan mesin pengaduk otomatis guna meningkatkan efisiensi serta kapasitas produksi usaha.
Langkah hilirisasi riset ini bertujuan mengatasi ketergantungan musiman bahan baku sekaligus memperkuat daya saing industri pangan lokal di pasaran.
Strategi Fleksibel Produksi
Pemanfaatan tepung buah naga memberikan ketersediaan bahan baku yang jauh lebih stabil sehingga proses produksi dapat berjalan secara berkelanjutan.
Penggunaan mesin pengaduk otomatis mampu mengurangi beban kerja secara signifikan serta menjaga konsistensi kualitas cita rasa dodol yang dihasilkan.
Penguatan Kapasitas Usaha
Inovasi teknologi tepat guna ini terbukti mampu menjawab berbagai kendala operasional yang selama ini dihadapi oleh para pelaku usaha lokal.
“Tepung buah naga dan mesin pengaduk otomatis menjadi solusi atas berbagai kendala produksi kami,” ujar Krismina Dewi, pemilik UMKM Gandrung Banyuwangi, pada Sabtu, 11 Juli 2026.
Semoga kolaborasi perguruan tinggi dan pelaku usaha ini terus menginspirasi kemajuan ekonomi kerakyatan secara berkelanjutan.