JAKARTA (Surau.ID) — Presiden LaLiga Javier Tebas kembali mempertanyakan kepemimpinan Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA. Tebas menilai sejumlah kebijakan Infantino tidak memberikan kontribusi terhadap perkembangan sepak bola dan justru berpotensi mengganggu keberadaan liga-liga nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Tebas dalam wawancara dengan media Prancis, Le Monde. Ia kembali menyerukan perubahan di jajaran teratas FIFA dan menilai pergantian kepemimpinan perlu dilakukan secara menyeluruh.
Tebas selama ini menjadi salah satu pihak yang terbuka mengkritik kebijakan maupun rencana FIFA di bawah kepemimpinan Infantino. Salah satu isu yang mendapat penolakan keras darinya adalah rencana penjualan saham Piala Dunia.
Rencana tersebut pada akhirnya tidak terlaksana setelah mendapat penolakan serta ancaman boikot dari sejumlah konfederasi sepak bola. Upaya ini juga memicu desakan agar Infantino meninggalkan jabatannya sebagai Presiden FIFA.
Tebas termasuk pihak yang meminta Infantino mundur. Menurutnya, perubahan di tubuh FIFA tidak cukup hanya dilakukan dengan mengganti sejumlah pejabat, tapi perlu disertai pembenahan pada struktur kepemimpinan.
“Bagi saya, era Gianni Infantino sudah lama berlalu. Saya tidak mengatakan ini karena kejadian baru-baru ini; saya telah memperhatikan gaya manajemen ini sejak lama, meskipun orang lain tampaknya baru menyadarinya sekarang,” sebut Tebas, dilansir dari Le Monde.
Ia juga mempertanyakan kontribusi Infantino terhadap perkembangan sepak bola. Tebas menilai sejumlah proyek yang digagas FIFA berpotensi mengurangi peran kompetisi domestik.
“Gianni Infantino bukanlah seseorang yang berkontribusi pada pertumbuhan sepakbola. Sebaliknya, proyek-proyeknya menghancurkan esensi olahraga itu sendiri: liga-liga nasional,” tuturnya.
Ia menegaskan pandangannya bahwa masa kepemimpinan Infantino sudah memasuki tahap akhir. Namun, ia menyebut waktu dan mekanisme pergantian kepemimpinan FIFA masih menjadi hal yang perlu diperhatikan.
“Saya berharap ini bukan hanya masalah mengganti beberapa orang dengan orang lain, namun perombakan yang sesungguhnya,” tambahnya.
Kritik Tebas kembali menempatkannya berseberangan dengan FIFA di tengah pembahasan mengenai arah pengelolaan sepak bola internasional. Ia berharap perubahan di tingkat atas organisasi tersebut dapat membawa perombakan yang lebih luas.