Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
31 Mei 2026 | 19:11 WIB
Hiburan

Kalah dari PSG di Final Liga Champions, Arteta: ‘Apa yang Saya Rasakan Sekarang? Sakit’

Mikel Arteta Pelatih Arsenal
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta. {Foto: Getty Images Sport}

 

PROBOLINGGO (Surau.ID) – Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya setelah timnya gagal meraih gelar Liga Champions usai kalah dari Paris Saint-Germain (PSG) melalui adu penalti pada partai final, Sabtu malam.

Kedua tim bermain imbang 1-1 hingga waktu normal dan babak perpanjangan waktu berakhir. Namun, PSG tampil lebih tenang dalam adu penalti dan memastikan kemenangan sekaligus meraih trofi Liga Champions.

“Apa yang saya rasakan sekarang? Sakit…,” kata Arteta dalam konferensi pers setelah pertandingan. “Selamat saya sampaikan kepada PSG dan Luis Enrique. Mereka adalah tim terbaik di dunia.”

Meski gagal mengangkat trofi, Arteta tetap mengapresiasi perjuangan para pemain dan staf Arsenal sepanjang musim. Ia menilai timnya telah melalui perjalanan yang luar biasa meski gagal meraih gelar paling bergengsi di Eropa.

“Kami telah memenangkan gelar besar (Premier League, red.), tetapi kami gagal memenangkan yang terbesar (Liga Champions, red.). Kalah di final lewat adu penalti… Tak ada yang bisa menghilangkan rasa sakit ini.”

“Saya telah mengatakan kepada para pemain dan staf bahwa bahkan mengucapkan ‘terima kasih’ sejuta kali pun tidak cukup. Kesenangan dan momen-momen yang kami alami bersama, melebihi segalanya.”

Salah satu momen yang menjadi sorotan terjadi dalam adu penalti ketika Gabriel Magalhães gagal mengeksekusi tendangan terakhir Arsenal. Arteta menjelaskan bahwa keputusan tersebut bukan tanpa persiapan.

“Gabriel ingin mengambil tendangan penalti terakhir itu,” kata Arteta mengenai hal itu. “Kami telah berlatih untuk itu.”

Arsenal Pertanyakan Keputusan Wasit

Selain adu penalti, Arsenal juga sempat mempertanyakan keputusan wasit pada babak perpanjangan waktu. Saat itu, Noni Madueke terjatuh setelah berbenturan dengan Nuno Mendes di kotak terlarang PSG. Namun, wasit tidak memberikan hadiah penalti kepada Arsenal.

“Itu bisa saja menjadi penalti.”

Di kubu pemenang, pelatih PSG Luis Enrique menilai timnya layak meraih gelar setelah menunjukkan konsistensi sepanjang musim. Meski mengakui Arsenal memberikan perlawanan sengit, ia percaya performa PSG selama kompetisi menjadi faktor penentu keberhasilan mereka.

“Mungkin kedua tim pantas menang, tapi dengan cara kami bermain sepanjang musim, saya rasa kami pantas memenangkan Liga Champions.”

Luis Enrique juga memuji penampilan Arsenal yang sempat unggul lebih dulu melalui gol Kai Havertz dan mampu bertahan dengan disiplin sepanjang pertandingan.

“Pertandingan dimulai dengan cara terbaik bagi Arsenal,” katanya merujuk pada gol awal Kai Havertz. “Dan setelah itu, mereka tahu cara bertahan. Itu sangat berat. Mereka melakukannya dengan sangat baik.”

Gelar ini menjadi trofi Liga Champions kedua secara beruntun bagi PSG sekaligus yang kedua dalam sejarah klub. Sementara itu, Arsenal masih harus menunda ambisinya untuk meraih gelar Liga Champions pertama sepanjang sejarah klub.

Penulis: Adi Purnomo Suharno
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id