JAKARTA (Surau.ID) — Kapten Timnas Inggris, Harry Kane, mengungkapkan kekecewaannya setelah The Three Lions gagal melaju ke final Piala Dunia 2026. Inggris harus mengakui keunggulan Argentina dengan skor 1-2 pada laga semifinal yang berlangsung di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Kamis, (16/7/2026), dini hari WIB.
Inggris sempat berada di ambang kemenangan setelah unggul 1-0 hingga memasuki menit ke-84. Namun, Argentina mampu membalikkan keadaan melalui dua gol pada penghujung pertandingan sehingga memastikan langkah Inggris terhenti di babak semifinal.
Seusai pertandingan, Kane menyampaikan pesan melalui akun Instagram pribadinya. Penyerang berusia 33 tahun itu mengaku sulit menerima hasil yang diraih timnya setelah perjuangan panjang sepanjang turnamen.
“Saat ini, tak ada kata-kata yang cukup untuk mengatasi rasa hampa di perut ini. Kami sudah dekat, sangat dekat dengan final lainnya, tapi itu belum cukup. Kami telah memberikan segalanya selama 7 minggu terakhir ini dan kegagalan ini sulit diterima!” tulis Kane.
Kane mengakui ekspektasi terhadap Timnas Inggris selalu tinggi. Meski kembali gagal menembus final, ia tetap bangga terhadap perjuangan seluruh pemain dan staf yang dinilainya mampu melewati berbagai tantangan selama Piala Dunia 2026.
“Saya tahu ekspektasi sangat tinggi, dan memang seharusnya begitu; kami telah berusaha selama delapan tahun, namun sekali lagi, kami kehilangan kepingan terakhir dari puzzle itu. Di situlah kami perlu merenung, memprosesnya, dan menemukan cara untuk meningkatkan diri. Saya sangat bangga dengan para pemain dan apa yang telah kami tunjukkan sepanjang turnamen ini,” lanjutnya.
Dalam sejarah Piala Dunia, Inggris baru sekali tampil di partai final, yakni pada edisi 1966 saat menjadi tuan rumah. Pada kesempatan itu, The Three Lions berhasil meraih gelar juara dunia untuk pertama kalinya.
Menutup pesannya, Kane menegaskan bahwa Inggris akan menjadikan kegagalan ini sebagai pelajaran untuk bangkit pada kesempatan berikutnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para suporter, rekan setim, dan staf pelatih yang terus memberikan dukungan sepanjang perjalanan tim di Piala Dunia 2026.
“Mengejar kejayaan tidak selalu berarti Anda akan mencapainya. Anda harus berjuang untuk itu, menerima pukulan, bangkit kembali, dan mencoba lagi, dan itulah yang akan kami lakukan. Tidak ada cara lain selain terus percaya dan terus berjuang,” tutupnya.