KEDIRI (Surau.ID) – Sebanyak 300 personel Banser dikerahkan untuk menjamin kelancaran Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2026 yang berlangsung di Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso, Kediri, pada Sabtu (20/06/2026).
Tugas pengamanan ini menjadi amanah sekaligus kebanggaan tersendiri bagi para kader, yang tidak hanya dipandang sebagai tanggung jawab teknis organisasi, melainkan sebagai bentuk khidmah bersejarah yang akan terus dikenang di masa depan.
Banser akan bersiaga di sejumlah titik strategis, mulai dari area registrasi peserta di berbagai hotel hingga arena utama kegiatan, serta melanjutkan pengawalan hingga rangkaian acara berakhir di Bangkalan, Madura.
Amanah Organisasi dan Restu Keluarga
Komandan Koordinator Lapangan Banser Jawa Timur, Sya’roni, menegaskan bahwa keterlibatan para personel merupakan panggilan pengabdian. Persiapan matang telah dilakukan selama satu bulan terakhir, mencakup kesiapan fisik, mental, hingga koordinasi dengan pihak keamanan internal pesantren.
Namun, di balik ketegasan tersebut, Sya’roni menekankan bahwa doa serta restu keluarga terutama istri adalah fondasi utama yang memberikan ketenangan bagi setiap kader sebelum terjun langsung menjalankan tugas mulia di lapangan.
Menyongsong Muktamar dengan Sukses
Kesuksesan Munas-Konbes ini diharapkan menjadi pijakan penting menuju perhelatan Muktamar NU pada Agustus mendatang. Sinergi antara Banser, Pagar Nusa, dan keamanan internal pesantren menjadi kunci terciptanya suasana yang aman, tertib, dan khidmat selama forum berlangsung.
“Kebanggaan tersendiri sebagai kader NU punya kesempatan untuk hadir. Suatu kebanggaan ini menjadi cerita nanti kepada anak cucu,” ujar Sya’roni, Komandan Korlap Banser Jawa Timur, saat meninjau kesiapan lokasi acara.
Dengan pengawalan yang maksimal, seluruh rangkaian agenda strategis organisasi dapat terselesaikan dengan lancar, menghasilkan keputusan-keputusan visioner yang memberikan kemaslahatan nyata bagi agama, bangsa, dan Nahdlatul Ulama ke depan.