PROBOLINGGO (Surau.ID) – Universitas Nurul Jadid (UNUJA) menyelenggarakan Sekolah Kebangsaan Batch 2 bagi peserta Santri Patriot (S-PAT) dan Santri Patriot Panji Pelopor (SP3) di Aula 1 Pondok Pesantren Nurul Jadid, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan yang digagas oleh Rektor UNUJA, Dr. Najiburrohman, M.Ag., M.Pd., ini menghadirkan Wakil Bupati Probolinggo, KH. Fahmi AHZ, sebagai narasumber dengan materi bertajuk “Implementasi Trias Politica dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia”.
Pemahaman Sistem Ketatanegaraan Bagi Pemimpin
KH. Fahmi menjelaskan prinsip Trias Politica yang membagi kekuasaan ke dalam lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Pembagian ini bertujuan untuk menjalankan mekanisme checks and balances guna memastikan pemerintahan berjalan demokratis serta mencegah penyalahgunaan wewenang.
Pemahaman mengenai sistem ini dinilai sebagai bekal krusial bagi calon pemimpin, khususnya bagi para Santri Patriot yang diproyeksikan menjadi penggerak di masyarakat.
Pentingnya Integritas Dan Kepemimpinan Amanah
Dalam sesi diskusi, KH. Fahmi menegaskan bahwa integritas adalah kunci utama untuk meminimalkan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Menurutnya, Indonesia saat ini sangat membutuhkan pemimpin yang tidak hanya cerdas, tetapi juga jujur dan amanah.
“Santri Patriot harus hadir sebagai kader yang siap mengabdi kepada agama, bangsa, dan negara,” tegas KH. Fahmi. Program Sekolah Kebangsaan ini merupakan wujud komitmen UNUJA dalam mencetak lulusan yang unggul secara akademik sekaligus memiliki karakter kepemimpinan serta wawasan kebangsaan yang kuat.
Hal ini selaras dengan kebijakan Diktisaintek Berdampak untuk melahirkan generasi santri yang berintegritas dan siap membawa manfaat nyata bagi pembangunan bangsa.