Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
30 Juni 2026 | 14:58 WIB
Daerah

Wabup Fahmi Janji Kaji Bantuan DBHCHT untuk Pengrajin Desa Dandang

Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ melihat dari dekat produk dandang (Foto: Surau.ID/Ist)

 

PROBOLINGGO (Surau.ID) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo berkomitmen mendorong sektor UMKM berbasis kearifan lokal agar naik kelas. Salah satu fokusnya adalah mengkaji pemberian bantuan peralatan produksi modern bagi para pengrajin dandang tradisional di Desa Dandang, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo.

Langkah ini diambil guna mendongkrak kapasitas produksi yang selama ini terhambat oleh keterbatasan alat.

Rencana tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo, Fahmi AHZ, saat meninjau sentra kerajinan dandang milik Mahfud dalam agenda program “Ngantor di Kecamatan Gading” pada Senin (29/6/2026).

Dalam kunjungan itu, Wakil Bupati Probolinggo didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda M. Sjaiful Efendi beserta jajaran Kepala OPD dan pemerintah desa setempat.

Lora Fahmi sapaan akrabnya, mengungkapkan, sejarah nama Desa Dandang ternyata berkaitan erat dengan profesi turun-temurun warganya sebagai pembuat alat masak tersebut.

Identitas unik ini, lanjutnya, dinilai memiliki potensi ekonomi besar sekaligus nilai budaya yang wajib dilestarikan.

“Setelah kami berkunjung, ternyata Desa Dandang memiliki cerita yang sangat menarik. Nama desa ini diambil dari kebiasaan masyarakat yang sejak dahulu menjadi pengrajin dandang. Terus terang saya juga baru mengetahui sejarah tersebut dan sampai hari ini tradisi itu masih tetap terjaga,” katanya.

Mengingat wilayah Desa Dandang merupakan salah satu daerah penghasil tembakau, Pemkab Probolinggo kini tengah mengkaji peluang pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk memodernisasi peralatan para pengrajin.

Baginya, seluruh proses produksi saat ini masih menggunakan alat manual. Kami akan berkomunikasi dengan Organisasi Perangkat Daerah terkait untuk mempelajari kemungkinan bantuan melalui DBHCHT.

“Mudah-mudahan memungkinkan sehingga para pengrajin bisa memperoleh bantuan peralatan, meningkatkan produktivitas dan tidak lagi sepenuhnya mengandalkan cara manual,” tegasnya.

Di lokasi yang sama, pemilik usaha kerajinan, Mahfud, memaparkan bahwa ia telah merintis usaha pembuatan alat masak berbahan logam ini sejak tahun 2007.

Saat ini, usahanya digerakkan oleh empat orang pekerja, menyusut dari jumlah sebelumnya karena sebagian besar mantan karyawannya telah mandiri dan membuka usaha serupa.

Untuk urusan modal, Mahfud mengaku masih mengandalkan pendanaan mandiri. Sementara dari sisi penjualan, ia telah mengombinasikan metode konvensional dengan ekosistem digital demi memperluas pangsa pasar.

“Kalau pemasaran sekarang ya keliling, selain itu juga lewat online dan offline,” ujarnya.

Ia berharap perhatian dari Pemkab Probolinggo dapat segera terealisasi agar proses produksi di desanya bisa berjalan lebih cepat dan efisien. “Harapannya semoga bisa dibantu alat-alat produksi, karena peralatan yang kami miliki masih kurang,” tutupnya.

Penulis: Badrul Nurul Hisyam
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id