PACITAN (Surau.ID) – Kitab Raudhah al-Mubtadi’in fi ‘Ilm al-Akhlaq al-Mu’ashirah karya Dr. KH Nasrulloh Afandi (Gus Nasrul) asal Jepara sukses mencuri perhatian publik dengan memadukan etika Islam dan filsafat pada 24 Agustus 2026.
Karya ilmiah setebal 230 halaman terbitan Agustus 2026 ini langsung diserbu pembaca dan telah dipesan hampir seribu eksemplar oleh kalangan santri, kiai, hingga akademisi.
Daya tarik utamanya terletak pada metodologi komprehensif yang menyandarkan argumen pada Al-Qur’an serta memadukannya dengan pemikiran filsuf klasik seperti Socrates hingga Aristoteles.
Integrasi Etika Islam Dan Filsafat
Pengasuh Pesantren Raudhatul Mubtadiin Balekambang Jepara ini membedah akar moralitas manusia secara mendalam guna menjawab berbagai kompleksitas permasalahan sosial di era digital.
Kajian etika tersebut dibagi ke dalam empat ranah utama, mencakup hubungan manusia dengan Sang Pencipta, sesama manusia, diri sendiri, hingga alam sekitar.
Solusi Krisis Lingkungan Modern
Gus Nasrul secara tegas menyoroti persoalan perusakan lingkungan dan penebangan liar sebagai bentuk nyata hilangnya akhlak manusia terhadap benda mati atau alam.
“Eksistensi sebuah bangsa dan negara sangat tergantung pada akhlak warga negaranya. Kajian akhlak tidak akan putus selagi kehidupan di muka bumi masih bergulir,” ujar Dr. KH Nasrulloh Afandi (Gus Nasrul).
Kehadiran literatur kontemporer ini diharapkan mampu menjadi lentera moral serta rujukan utama bagi umat Islam dalam merawat peradaban dan menjaga kelestarian bumi di masa depan.