Cropped Red S Simbol.webp
Surau.ID •
02 Mei 2026 | 13:33 WIB
Daerah

Lawan Begal, 480 CCTV Bakal Awasi Jalanan Probolinggo

IMG
Jalanan Masuk kota Kraksaan (Foto:Ist)

 

KRAKSAAN (Surau.ID) – Pemerintah Kabupaten Probolinggo memperketat pengamanan wilayah dengan menyiapkan 480 titik pengawasan CCTV di berbagai ruang publik. Langkah ini diambil sebagai respons cepat atas meningkatnya aksi kriminalitas jalanan dan begal yang meresahkan warga belakangan ini.

Program pengawasan berbasis teknologi ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Pemkab Probolinggo, DPRD, dan kepolisian. Nantinya, kamera pengawas akan difokuskan pada area toko retail modern dengan jangkauan pantauan ke dua sisi jalan selama 24 jam nonstop.

Bupati Probolinggo, Mohammad Haris Damanhuri Romly, menegaskan bahwa pola pengamanan konvensional kini harus bertransformasi ke arah digital.

Menurutnya, sistem pemantauan yang luas dan cepat sangat mendesak untuk menjaga kondusivitas daerah.

“Penguatan melalui CCTV ini sudah kami rancang sejak lama. Melihat dinamika kriminalitas saat ini, kita butuh sistem yang mampu memantau secara real-time,” kata Bupati yang akrab disapa Gus Haris tersebut usai peringatan May Day di Kraksaan, Jumat (1/5/2026).

Regulasi dan Integrasi Sistem

Guna mempercepat realisasi di lapangan, Pemkab tengah merampungkan Peraturan Bupati (Perbup). Aturan ini nantinya mewajibkan pelaku usaha retail modern untuk memasang CCTV yang menghadap ke jalan raya.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Probolinggo, Mochammad Alfatih, menyebut dukungan legislatif sudah bulat. Berdasarkan hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP), terdapat sekitar 240 toko retail yang diproyeksikan memasang perangkat tersebut.

“Jika setiap toko memasang dua kamera ke arah jalan, maka kita punya 480 titik pantau. Semuanya akan terintegrasi ke command center melalui program ‘Mata Prabulinggih’ dan terkoneksi langsung dengan pihak kepolisian,” ujarnya.

Kolaborasi dengan Kepolisian

Di sisi lain, Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif menyambut baik inisiatif ini. Ia menyatakan kesiapan infrastruktur kepolisian untuk melakukan mirroring atau sinkronisasi data CCTV dari pihak retail ke pusat pemantauan Polres.

“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi ini. Teknologi adalah kunci di tengah keterbatasan personel di lapangan. Dengan ini, potensi gangguan keamanan bisa dideteksi lebih dini,” tuturnya..

Polres Probolinggo sendiri sebelumnya telah memetakan dan memasang CCTV di titik-titik rawan, seperti persimpangan padat dan area yang minim penerangan jalan.

“Selain pengawasan kamera, polisi mengimbau warga tetap aktif melaporkan kejadian darurat melalui layanan bebas pulsa di nomor 110,” ucapnya.

Fokus pada Rasa Aman

Gus Haris menutup dengan pesan bahwa keamanan adalah pondasi utama penggerak ekonomi masyarakat. Tanpa jaminan rasa aman, produktivitas warga akan terganggu.

“Keamanan menjadi prioritas kami. Jika masyarakat merasa tidak aman, mereka tidak akan nyaman bekerja. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.

Langkah preventif ini menandai pergeseran gaya kepemimpinan di Probolinggo yang kini lebih mengedepankan teknologi dan partisipasi publik dalam menciptakan ketertiban wilayah.

Penulis: Badrul Nurul Hisyam
Editor: Redaksi Surau.ID
TAGS
White Surau
PT. SURAU NUSANTARA GROUP
Perum D’Tanjung Raya, Gang Alamanda, Blok S5, Karanganyar, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur 67291

Langganan

Dapatkan artikel atau tulisan terbaru dari Surau.id
Copyright © 2026 Surau.id