LUMAJANG (Surau.ID) – Suasana pagi di Pasar Grenjeng, Desa Purworejo, Kecamatan Senduro, tampak berbeda pada Rabu (18/3/2026). Sejak pukul 05.00 WIB, puluhan warga lanjut usia dan kaum duafa berkumpul dengan raut wajah sumringah. Mereka hadir untuk mengikuti program “Belanja Gratis” yang diinisiasi oleh Unit Pengelola Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) bersama Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Purworejo.
Kegiatan yang berlangsung selama dua jam ini menjadi oase di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok. Sebanyak 100 orang penerima manfaat mendapatkan kesempatan untuk berbelanja kebutuhan dapur secara cuma-cuma melalui sistem kupon.
Teknis pelaksanaan kegiatan ini dibuat cukup menarik. Panitia membagikan 20 lembar kupon kepada setiap peserta, di mana setiap kupon memiliki nilai nominal sebesar Rp5.000. Dengan total saldo Rp100.000 per orang, para duafa bebas memilih sayuran, lauk-pauk, hingga sembako yang tersedia di pedagang Pasar Grenjeng yang telah bekerja sama dengan panitia.
Ketua LAZISNU Purworejo, Ibu Supama, menjelaskan bahwa seluruh pendanaan kegiatan ini murni bersumber dari dana umat yang dikelola oleh LAZISNU.
“Dana kegiatan Belanja Gratis ini sepenuhnya berasal dari kas LAZISNU, yang merupakan kumpulan zakat, infak, dan sedekah dari para donatur serta warga NU. Kami hanya menjalankan amanah untuk menyalurkan kembali dana tersebut kepada mereka yang paling membutuhkan,” ujarnya.
Menurutnya, selain membantu meringankan beban ekonomi warga kurang mampu, kegiatan ini memiliki tujuan strategis yakni menghidupkan ekosistem ekonomi di pasar tradisional. Dengan berbelanja langsung ke pedagang pasar, perputaran uang tetap berada di lingkungan Desa Purworejo.
Ketua Ranting NU Purworejo, Moh. Slamet, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk kehadiran nyata organisasi di tengah masyarakat.
“Maksud utama dari kegiatan ini adalah untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus meringankan beban saudara-saudara kita. Kami ingin NU tidak hanya hadir dalam urusan amaliyah keagamaan, tetapi juga hadir dalam urusan sosial dan ekonomi jamaah,” ungkapnya.
Lanjutnya, antusiasme warga yang tinggi menjadi sinyal bahwa program semacam ini sangat dinantikan. Panitia berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai aksi seremonial sekali saja.
“Harapan kami ke depan, jumlah penerima manfaat bisa lebih luas dan frekuensi kegiatannya bisa lebih sering. Kami juga berharap ini memotivasi warga yang mampu untuk semakin giat berdonasi melalui LAZISNU, agar semakin banyak kemaslahatan yang bisa kita tebar bersama,” pungkasnya.
Tepat pukul 07.00 WIB, acara berakhir dengan tertib. Para warga pulang dengan keranjang belanja yang penuh, membawa serta senyum dan doa bagi para penggerak kemanusiaan di Kecamatan Senduro.