PROBOLINGGO (Surau.ID) – Komunitas Lentera Institute menggelar program bimbingan belajar (bimbel) di Madrasah Az-Zainiyah 2 Karanganom, Paiton, Probolinggo, pada Minggu pagi (17/5/2026). Kegiatan bertema “Menerangi Pikiran, Menggerakkan Perubahan” ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi akademik siswa menjelang Ujian Tengah Semester (UTS).
Sebanyak tujuh peserta didik antusias mengikuti kelas intensif ini. Selain menjadi ruang persiapan menghadapi ujian, program tersebut merupakan bentuk komitmen Lentera Institute dalam mendampingi proses pendidikan serta mengoptimalkan potensi lokal para siswa.
Komitmen Program Berkelanjutan
Direktur Utama Lentera Institute, Saiq Khayran, mengapresiasi semangat tinggi yang ditunjukkan oleh para peserta sepanjang kelas berlangsung. Energi positif dari siswa tersebut menjadi motivasi bagi pengurus untuk terus memberikan pendampingan berkualitas.
“Semangat peserta menjadi dorongan kami untuk semakin serius dalam memberikan pembelajaran yang terbaik. Antusias mereka menjadi energi positif untuk terus berkomitmen mendampingi proses belajar,” ujar Saiq.
Mahasiswa Program Studi Hukum tersebut juga menegaskan bahwa bimbingan belajar ini bukan sekadar agenda seremonial atau insidental. Lentera Institute telah merancang program ini sebagai kegiatan jangka panjang yang akan digelar rutin setiap hari Minggu pagi.
“Kami menginisiasi program ini sebagai agenda jangka panjang. Jadi bukan sekadar kegiatan satu atau dua kali, tetapi menjadi kegiatan rutin yang diharapkan terus berjalan dan berkembang,” tambahnya.
Dampak Nyata bagi Siswa
Pada kesempatan yang sama, Kepala Biro Akademik dan Bimbingan Belajar Lentera Institute, Zainul Ibed, menyampaikan harapannya agar program ini membawa dampak konkret. Target utamanya adalah peningkatan performa akademik dan pembentukan karakter pembelajar pada siswa.
“Kami berharap apa yang dilakukan hari ini benar-benar memberikan manfaat bagi peserta didik, sehingga hasilnya dapat dirasakan secara langsung oleh mereka,” kata Ibed.
Setelah sesi materi usai, para siswa dan pengajar menutup kegiatan dengan acara makan bersama serta diskusi santai. Suasana akrab yang terbangun di akhir sesi tersebut diharapkan mampu mempererat kedekatan emosional antara mentor dan peserta didik ke depannya.