PROBOLINGGO (Surau.ID) — Budaya akademik berbasis riset mulai menguat di lingkungan pendidikan madrasah. MA Nurul Wahid Al Wahyuni (MANW) Sumberan Besuk, Kabupaten Probolinggo, menggelar Sidang Munaqasyah Karya Tulis Ilmiah (KTI) sesi II pada Ahad, 8 Februari 2026, mulai pukul 08.00 WIB.
Kegiatan ini menegaskan bahwa madrasah tidak hanya menitikberatkan pada penguatan karakter dan nilai keagamaan, tetapi juga mendorong literasi serta penelitian ilmiah sejak jenjang menengah.
Sidang dilaksanakan dengan format akademik menyerupai perguruan tinggi, menghadirkan M. Imron Falasta, S.Kom sebagai dewan penguji, Hasan Sidqi, M.Pd sebagai ketua sidang, serta Eko Taufik, S.Pd sebagai pembawa acara.
Kepala MA Nurul Wahid Al Wahyuni, Ali Wafa, S.Pd, menyampaikan bahwa munaqasyah merupakan bagian dari transformasi pendidikan madrasah menuju penguatan budaya riset.

“Kami ingin membuktikan bahwa Madrasah Aliyah mampu melaksanakan riset ilmiah secara terstruktur dan akademis. Siswa harus dibiasakan berpikir kritis, sistematis, serta mampu mempertanggungjawabkan gagasannya. Ujian munaqasyah ini dilaksanakan selama empat hari, 7–10 Februari 2026,” ujarnya.
Ketua sidang, Hasan Sidqi, M.Pd, menilai kualitas presentasi peserta menunjukkan kesiapan intelektual serta potensi besar generasi madrasah sebelum memasuki dunia perguruan tinggi.
“Keberanian akademik dan kemampuan analisis para siswa patut diapresiasi. Jika dibina secara konsisten, madrasah mampu melahirkan generasi yang religius sekaligus unggul dalam tradisi ilmiah,” katanya.
Pelaksanaan sidang munaqasyah KTI ini menegaskan komitmen MA Nurul Wahid Al Wahyuni dalam meningkatkan mutu pendidikan serta menyiapkan lulusan yang siap bersaing di perguruan tinggi dan berkontribusi pada penguatan literasi nasional.