JAKARTA (Surau.ID) — Dinamika menjelang pemilihan Presiden FIFA pada Maret 2027 semakin memanas setelah muncul dukungan politik terhadap kubu yang berseberangan dengan Gianni Infantino. Salah satu dukungan tersebut datang dari Prancis yang disebut berada di belakang langkah UEFA.
Laporan L’Équipe menyebutkan Presiden Prancis Emmanuel Macron mendukung sikap UEFA yang menolak wacana komersialisasi Piala Dunia melalui penjualan saham. Usulan yang sebelumnya disampaikan Gianni Infantino itu akhirnya tidak dilanjutkan setelah menuai penolakan dari banyak negara.
Seorang sumber yang dikutip L’Équipe menyatakan Macron turut mengambil peran dalam mendukung penolakan tersebut. Sikap itu disebut sejalan dengan penolakannya terhadap proyek Liga Super Eropa beberapa waktu lalu.
“Ada mobilisasi dari Presiden Emmanuel Macron. Dengan cara yang sama, seperti dia secara jelas menentang proyek Liga Super Eropa, yang mempertanyakan prinsip-prinsip solidaritas dan prestasi olahraga,” ujarnya.
Sumber yang sama menjelaskan bahwa Macron ingin menjaga persatuan sepak bola dunia dan mencegah munculnya perpecahan berkepanjangan di antara benua maupun konfederasi.
“Macron ingin menjaga persatuan sepak bola dunia dan menghindari perpecahan yang berkepanjangan antara benua dan konfederasi. Itulah peran diplomatiknya,” tambahnya.
Di sisi lain, Gianni Infantino diketahui memiliki hubungan yang dekat dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Trump bahkan menerima penghargaan perdamaian dari FIFA, yang disebut sebagai penghargaan pertama dengan kategori tersebut.
Persaingan menuju pemilihan Presiden FIFA pun diperkirakan semakin terbuka. Emmanuel Macron dilaporkan memberikan dukungan penuh kepada Presiden UEFA, Aleksander Čeferin, apabila maju sebagai calon Presiden FIFA.
Selain itu, Gianni Infantino disebut kembali akan mencalonkan diri meski dukungan terhadapnya dikabarkan mulai berkurang setelah polemik mengenai wacana penjualan saham Piala Dunia.